Bersih Desa, Ratusan Warga Pojok Padati Pengajian Umum Bersama KH. Sarjo

Wartainspirasi.com, Magetan — Bersih Desa merupakan tradisi upacara adat yang umumnya digelar setiap bulan suro atau biasa yang disebut bulan muharram dalam penanggalan islam.

Biasanya, gelaran bersih desa tersebut akan dilaksanakan dalam serangkaian beberapa kegiatan diantaranya upacara adat, selamatan, sedekah bumi, hingga doa bersama, serta pengajian.

Seperti yang dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kamis malam (10/07/2025) menggelar Pengajian bersama dalam rangka Bersih Desa Pojok.

Pengajian umum tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian acara bersih desa untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan mempererat tali silaturahmi antar warga.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga masyarakat Desa Pojok dari berbagai elemen masyarakat, serta diisi berbagai kegiatan diantaranya penampilan hadroh, dan juga penyerahan santunan dan sembako kepada 30 warga desa pojok.

Tak hanya itu, pengajian tersebut turut mendatangkan KH. Sarjo, S. Ag, yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Takeran.

Dalam tausiyahnya, KH. Sarjo menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta rasa syukur atas nikmat dan hasil bumi yang diberikan Allah SWT.

“Bersih desa bukan hanya membersihkan lingkungan secara fisik, namun juga menyucikan hati serta mempererat tali silaturahmi di antara warga,” pesan KH. Sarjo dalam ceramahnya.

Ia juga menekankan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dan gotong royong sebagai warisan luhur nenek moyang.

“Ini merupakan wujud nyata dari harmonisasi antara budaya dan agama yang terus dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun khususnya seperti di Desa Pojok ini,”

Sementara itu, Kepala Desa Pojok Dedy Sumedi melalui Ketua BPD Desa Pojok, Tukimin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan bersih desa ini, salah satunya melalui pengajian umum yang telah digelar.

“Melalui pengajian ini, diharapkan mampu menciptakan kolaborasi antara tradisi, budaya, dan agama dalam membangun karakter positif antar warga, mengingat ini juga masih dalam suasana peringatan Bulan Muharram,” jelasnya.

Ia berharap, tradisi tersebut bisa terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha ESA dan juga sebagai upaya pelestarian budaya lokal.

“Kami berharap pengajian ini bisa terus rutin dilaksanakan, karena Bersih Desa bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, akan tetapi ini adalah momen untuk menjaga tradisi keagamaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, momen silaturahmi, dan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran beragama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *