Wartainspirasi.com – Pemerintah Desa Penyandingan secara resmi meluncurkan program ketahanan pangan melalui budidaya ikan nila dan ikan mas.
Program ini ditandai dengan pelepasan 20.000 bibit ikan nila dan 10.000 bibit ikan mas ke kolam yang telah dipersiapkan, pada Senin (1/7/2025). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat desa.
Kepala Desa Penyandingan, Jumadi, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya untuk ketersediaan pangan, tetapi juga untuk menumbuhkan ekonomi lokal, menekan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan desa.
“Mari sama-sama kita mendukung kegiatan ketahanan pangan ini, semoga sukses dan berkelanjutan, dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Jumadi dengan antusias.
Ansori, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Penyandingan, menambahkan bahwa pemilihan ikan nila dan ikan mas didasari oleh beberapa keuntungan.
“Ikan nila dan ikan mas memiliki permintaan pasar yang tinggi dan stabil, baik untuk konsumsi maupun sebagai ikan hias. Ikan nila juga dapat tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen dalam waktu 3-4 bulan. Sementara itu, ikan mas dikenal dapat tumbuh di berbagai suhu air dan kondisi lingkungan,” jelas Ansori.
Sebelum pelepasan bibit, tim telah memastikan kolam dalam kondisi optimal dengan kebersihan, kualitas air, dan suhu yang sesuai untuk pertumbuhan ikan.
Diharapkan program ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Penyandingan.
Selain budidaya ikan, program ketahanan pangan Desa Penyandingan juga mencakup sektor pertanian. Sebelumnya, pada 2 Juni 2025, desa ini telah melaksanakan penanaman jagung.
Kombinasi dari kedua program ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan ketersediaan pangan dan pendapatan masyarakat Desa Penyandingan.
Pemerintah Desa Penyandingan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengembangkan berbagai kegiatan ketahanan pangan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.








