Wartainspirasi.com — Pemerintah Desa Pungguk Beringin, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, hari ini Rabu (23/7/2025), menggelar Musyawarah Desa Rembuk Stunting di Balai Desa Pungguk Beringin.
Acara ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencegahan dan penanganan stunting di desa tersebut.
Rembuk Stunting Komitmen Pungguk Beringin Berantas Gizi Buruk
Kepala Desa Pungguk Beringin, Rosmiah, secara resmi membuka kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Rosmiah menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat, khususnya dalam kegiatan posyandu.
“Kami mengundang kader serta masyarakat, terutama dalam kegiatan posyandu, agar warga aktif mengikuti kegiatan tersebut guna menjaga kesehatan bayi hingga lansia,” ujarnya.
Rosmiah juga menyoroti kebutuhan akan perhatian ekstra bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Ia mengungkapkan bahwa Desa Pungguk Beringin telah menjalin kerja sama dengan puskesmas setempat, sehingga warga tidak perlu ragu untuk berkoordinasi dengan ahli gizi dan kepala puskesmas demi penanganan yang optimal.
Penurunan Angka Stunting dan Strategi ke Depan, Kepala Puskesmas Merigi Kelindang, Fransiska, menjelaskan bahwa rembuk stunting ini merupakan langkah strategis untuk merancang dan mengevaluasi kegiatan, serta merencanakan upaya pencegahan stunting ke depan.
Fransiska menerangkan bahwa stunting adalah gangguan gizi kronis. Ia juga menyampaikan kabar baik, di mana wilayah Kecamatan Merigi Kelindang yang pada tahun 2020 hingga 2021 dinyatakan sebagai lokus stunting, kini di tahun 2025 telah menunjukkan penurunan angka stunting yang signifikan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Tantangan di Lapangan Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa BPD, Perangkat Desa, Wakapolsek Taba Penanjung, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kader, serta perwakilan warga mulai dari bayi, anak-anak, hingga lansia.
Diskusi dalam rembuk stunting ini juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam menekan angka stunting di Desa Pungguk Beringin.
Salah satu isu utama adalah kurangnya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan posyandu, serta keterbatasan perlengkapan dan sarana di posyandu.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolsek Taba Penanjung, Pardi, menyampaikan pandangannya mengenai kiat-kiat untuk menarik minat anak-anak agar tertarik mengikuti posyandu.
Ia menekankan pentingnya pendekatan sosialisasi secara perlahan dan berkesinambungan dalam berbagai kesempatan, sehingga masyarakat dapat memahami betul pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan posyandu.











