Dikpora Nilai Penerapan Kurikulum Merdeka di Magetan Sudah Efektif

Wartainspirasi.com, Magetan — Penerapan Kurikulum dalam pembelajaran di Indonesia saat ini sudah mulai banyak perubahan, baik itu dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),

maupun tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). tak halnya seperti yang diterapkan di Kabupaten Magetan, yang saat ini sudah menerapkan Sistem Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Merdeka.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Kadikpora) Kabupaten Magetan, Drs. Suwata, M.Si, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dikpora, Dwi Cahyo Setiono, S.T, menjelaskan, dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Magetan saat ini sudah sangat efektif dilaksanakan, menurutnya sistem pembelajaran tersebut dinilai yang paling ringan dan paling mudah.

“Untuk di Kabupaten Magetan selama ini dalam penerapan Kurikulum Merdeka sendiri menurut kami sudah efektif, mengingat itu merupakan program baru, jadi tetap ada tahapan-tahapan tersendiri dalam melaksanakannya, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi, pendampingan, serta pemahaman,” terang Cahyo, saat ditemui di kantornya, pada Jum’at siang (10/03/23).

Menurutnya, Kurikulum Merdeka ini dibuat untuk memunculkan ide-ide kreatif dari siswa-siswi itu sendiri yang mana nantinya pola pikir tersebut dapat dikembangkan dalam sebuah karya.

“Dalam penerapan Kurikulum Merdeka ini, anak-anak akan diberi kemudahan dalam berekspresi dan berinovasi dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN se-Kabupaten Magetan, Drs. Agus Sunadi, M.Pd, menyebutkan bahwa Kurikulum Merdeka tersebut muncul ketika Indonesia dilanda pandemi covid-19, yang mengharuskan penerapan dalam belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

Dampak dari pembelajaran daring tersebut banyak Siswa-siswi yang mengalami degradasi mental, yang jelas pembelajaran sangat kurang yang mana hal tersebut dinilai tidak maksimal.

“Kurikulum Merdeka ini dirancang untuk memerdekakan anak dan memerdekakan sekolah termasuk memberikan kemudahan bagi pengajar di Sekolah. Selain mengadopsi materi-materi dari Direktorat SMP, kami juga berinovasi sendiri, dalam artian rekan guru-guru itu sudah membuat perangkat-perangkat mengajar sendiri,” kata Agus Sunadi.

Pun, dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut, Tenaga Pengajar (Guru) akan diberi kebebasan dalam mengajar, Disamping itu, Kurikulum tersebut dinilai yang paling mudah dan ringan diterapkan karena seluruh materi sudah ada dalam Website Merdeka Mengajar dan juga sudah sangat terbantu dengan dengan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan.

“Kebetulan di SMPN 4 Magetan sendiri, mempunyai guru-guru yang dilatih secara khusus dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, Kurikulum yang paling mudah dan ringan bagi kami,” imbuhnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait P5, pihaknya menjelaskan di dalam pelaksanaan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tersebut dinilai sangat baik dan sukses.

“Hal ini terlihat pada waktu pelaksanaan Gebyar P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang digelar di SMPN 1 Magetan beberapa waktu lalu, yang mana pada saat itu ada salah satu produk murni buatan siswa-siswi yang sukses dan habis terjual,” pungkasnya. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *