Wartainspirasi.com — Dalam kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, di Daerah Pemilihan (Dapil I) yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, S.T, M.S,i, M.M, menemukan fakta baru terkait program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Terkuak hasil Reses, bahwa belum Optimalnya sinergi antara Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, khususnya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan, pada Kamis lalu.
Koordinator Penyuluhan Perikanan Kabupaten Lahat, Eva Hendrayani S.Pi menyampaikan, bahwa selama kurang lebih satu tahun terakhir pihaknya telah berupaya membangun kolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lahat untuk mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan perikanan.
Upaya yang ingin dibangun, dijelaskan, Eva Hendrayani, hingga saat ini belum mendapatkan respon yang Positif. Jadi, rencana membangun kolaborasi tersebut belum tersampaikan.
“Kurang lebih satu tahun ini kami selalu mengajak Dinas Perikanan Kabupaten Lahat untuk berkolaborasi dan bersinergi menyukseskan program Asta Cita Presiden RI, khususnya di sektor ketahanan pangan perikanan. Namun, ajakan tersebut belum mendapat sambutan yang baik,” ujar Eva kepada saat dibincangi dilokasi.
Menurut Eva, berbagai langkah koordinasi telah dilakukan guna menyelaraskan program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Bahkan, sejumlah terobosan telah diajukan sebagai solusi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, usulan tersebut belum memperoleh tindak lanjut dari dinas terkait.
Padahal, menurut Eva, Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Lahat juga memiliki program yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, termasuk di sektor perikanan.
“Salah satu terobosan yang kami ajukan adalah pengelolaan sampah organik, seperti sisa sayuran yang sudah tidak layak konsumsi, untuk diolah menjadi bahan baku pakan ikan dan ternak. Namun, karena belum ada respons, akhirnya kami bekerja sama dengan kelompok perikanan Ganya Fish Farm,” jelasnya.
Meski dijalankan dengan keterbatasan dana, sarana, dan prasarana, program tersebut disebut mampu berjalan dengan baik. Saat ini, kelompok tersebut telah mampu memproduksi sekitar 30 kilogram pakan ikan dan ternak setiap hari sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, S.T., M.Si., M.M., disampingi Anggota DPRD, Hj. Sumiati, S. PD, berharap Pemerintah Kabupaten Lahat dapat mendorong Dinas Perikanan untuk membangun sinergi yang lebih baik dengan para Penyuluh Perikanan KKP.
“Ketujuh penyuluh perikanan ini merupakan tenaga yang kompeten di bidangnya. Mereka dapat membantu memberikan edukasi, pendampingan pembenihan, hingga berbagai aspek teknis lainnya. Sangat disayangkan jika potensi ini tidak dimanfaatkan,” kata Fitrizal.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyuluh perikanan akan memberikan dampak positif dalam mendukung keberhasilan program Asta Cita Presiden RI sekaligus mewujudkan visi dan misi Bupati Kabupaten Lahat, yakni menata kota dan membangun desa.
“Kami dari DPRD Kabupaten Lahat meminta Dinas Perikanan Kabupaten Lahat untuk dapat bersinergi lebih baik lagi dengan Penyuluh Perikanan demi kemajuan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Fitrizal.
Hingga, berita ini diturunkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut, sehingga, berita ini diturunkan.







