Hasil Seleksi Perangkat Desa Padang Betuah Menuai Protes Calon Diduga Ada Kecurangan

Wartainspirasi.com — Pelaksanaan seleksi ujian perangkat desa untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dusun di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, berakhir ricuh dan menuai protes.

Calon peserta dengan nomor urut 1, Muhammad Surya T, menyatakan dengan tegas menolak hasil seleksi, mencurigai adanya kecurangan lantaran selisih nilai yang diperoleh pemenang terlalu mencolok.

Seleksi ujian perangkat desa ini digelar di Kantor Desa Padang Betuah pada Jumat, 10 Oktober 2025, menyertakan tiga calon: Muhammad Surya T (Nomor Urut 1), Jefri Pratama (Nomor Urut 2), dan Gusti Hikmah S (Nomor Urut 3). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Empriyanto, Ketua Panitia Pelaksana.

Berdasarkan hasil seleksi ujian, didapatkan perolehan nilai sebagai berikut:

  • Calon Nomor Urut 1: 28
  • Calon Nomor Urut 2: 90
  • Calon Nomor Urut 3: 36

Perolehan nilai Calon Nomor Urut 2 yang mencapai 90 dinilai Muhammad Surya T sebagai hasil yang “di luar nalar” dan “terkesan tidak masuk di akal.”

Ia menyoroti perbedaan nilai yang terlampau jauh mencapai 62 poin dibandingkan dirinya dan Calon Nomor Urut 3.

“Saya belum menerima hasil ujian seleksi ini. Saya menduga bukan tidak beralasan,” ujar Muhammad Surya T saat dikonfirmasi.

Protes Muhammad Surya T tidak hanya didasarkan pada perolehan nilai, tetapi juga pada proses persiapan ujian.

Ia mengeluhkan bahwa panitia tidak memberikan pedoman atau petunjuk materi belajar yang seharusnya menjadi acuan bagi peserta.

“Seharusnya panitia mencanangkan dan memberi petunjuk untuk belajar, hal ini tidak saya dapatkan dari panitia,” tegasnya.

Kecurigaan semakin menguat karena Calon Nomor Urut 2, Jefri Pratama, adalah teman sehari-harinya.

Dengan hasil yang mencuat begitu tinggi, ia menduga adanya kecurangan dari pihak tertentu karena hasil nilai yang didapat jauh dari keseimbangan.

“Dengan polemik ini saya belum dapat menerima hasil nilai selesai ujian. Saya menduga ada kecurangan. Apabila dugaan ini betul ada kecurangan, kami akan minta diadakan seleksi ulang, tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum,” ancamnya.

Menanggapi tuduhan ini, Empriyanto, Ketua Panitia Pelaksana, membantah keras adanya dugaan keberpihakan kepada calon tertentu.

Ia menekankan bahwa proses seleksi telah dilaksanakan sesuai petunjuk yang ada dan dilakukan secara transparan.

“Kami dari panitia tidak ada berpihak kepada calon tertentu. Apa yang kami lakukan sesuai dengan petunjuk yang ada,” sanggah Empriyanto.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih berusaha mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari dinas terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *