Jalan Nasional Ambles, Aliran Gorong-Gorong Terganggu Kementrian PU Diminta Segera Bertindak

Wartainspirasi.com — Ancaman keselamatan pengguna jalan dan kekhawatiran warga terhadap banjir susulan di kawasan Simpang BPJS, Lembayung, Kabupaten Lahat, perlu segera mendapat perhatian serius.

Setelah sebelumnya rumah warga dan rumah kos dilaporkan terendam banjir, kondisi gorong-gorong pembuangan yang melintas di bawah jalan nasional kini menjadi sorotan karena alirannya tidak lancar.

Di lokasi yang sama, badan jalan dilaporkan ambles di bagian tengah hingga menyebabkan penyempitan jalur kendaraan.

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama. Untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan, warga sekitar berinisiatif memasang tiang bendera dan ban sebagai penanda bahaya.

Namun, penanda darurat itu tentu tidak dapat menggantikan pengamanan dan perbaikan permanen oleh pihak yang berwenang.

Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, SH, menilai kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan infrastruktur biasa.

Di balik jalan yang ambles dan saluran air yang tidak berfungsi optimal, terdapat keselamatan pengguna jalan serta kekhawatiran warga yang rumahnya berpotensi kembali terdampak banjir.

“Warga sudah berinisiatif memberi tanda bahaya agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Tetapi sampai kapan masyarakat harus mengandalkan penanda darurat? Kami berharap instansi berwenang segera turun ke lapangan, memeriksa kondisi jalan dan gorong-gorong, serta mengambil langkah nyata sebelum terjadi kecelakaan atau banjir kembali merendam rumah warga,” tegas Sanderson, Jum’at (16/10/2026).

Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui unit pelaksana yang bertanggung jawab atas ruas jalan nasional tersebut perlu segera melakukan pemeriksaan teknis.

Pemeriksaan harus mencakup penyebab amblesnya badan jalan, kondisi struktur gorong-gorong, serta kelancaran aliran pembuangan air.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait juga diperlukan untuk memastikan persoalan drainase ditangani secara menyeluruh.

YLKI Lahat Raya menegaskan, langkah penanganan tidak cukup hanya dengan memasang rambu atau tanda peringatan.

Pengamanan sementara harus disertai rencana perbaikan yang jelas, terlebih jika kondisi tersebut telah berlangsung lama dan berpotensi membahayakan masyarakat.

“Jangan menunggu sampai ada korban baru dilakukan penanganan serius. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Warga berhak mendapatkan jalan yang aman dan lingkungan yang tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran banjir. Kami meminta adanya tindak lanjut yang nyata dan informasi yang jelas mengenai langkah penanganannya,” tambah advokat muda ini.

YLKI Lahat Raya berharap persoalan di Simpang BPJS, Lembayung, segera ditangani secara terpadu agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan, aliran drainase kembali berfungsi dengan baik, dan warga terlindungi dari potensi banjir susulan, pungkasnya.

Sementara, Dedi warga Lahat yang sedang melintas saat dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa pengendara harus berhati-hati lewat sini karena ada lubang khususnya motor, apalagi malam hari.

Semoga pemerintah segera memperbaiki kerusakan ini sebelum ada korban, ujarnya

Terpisah warga RT 09/03 kelurahan Bandar Agung atau yang tinggal di perumahan belakang BPJS minta namanya tidak dicantumkan, mengungkapkan perbaikan lebih cepat lebih apalagi saat ini musim kemarau, tentunya pekerjaan dapat maksimal. Kiranya tidak terulang kembali banjir yang merugikan, ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *