Wartainspirasi.com | Langkahnya minyak Kelapa menjadi masalah national yang saat ini sementara di seriusi oleh pemerintah pusat dan untuk mengurangi beban masyarakat, pemerintah menberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak Kelapa kepada masyarakat yang masuk salam daftar KPM.
Baru-baru ini Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka kasus korupsi persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang menjadi bahan baku minyak goreng. Perbuatan tersangka diduga menyebabkan kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng sehingga merugikan negara dan masyarakat.
Empat tersangka tersebut adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana; Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group, Stanley MA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor; serta General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang.
Tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga diduga terjadi di Sulawesi Tengah dalam hal ini eksport buah Kelapa (bahan baku mentah) ke tiobgkok dan cina oleh PT Sulawesi Global Komuditty, diketahui juga bahwa buah kelapa merupakan bahan baku untuk pembuatan Minyak Goreng dengan kualitas yang sangat baik.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Jamaludin mengacak kegiatan yang dilakukan oleh PT Sulawesi Global Komudity dalam hal ini mengeksport buah kelapa (bahan baku mentah) ke Cina dan Tiongkok dengan volume eksport yang sangat besar di saat Krisis minyak goreng melanda Indonesia. Dan meminta APH dan KPK untuk memeriksa perusahan mengeksport beserta dinas terkait yang terlibat pada eksport buah kelapa ke Cina dan Tiongkok.
“Ini sangat merugikan Negara bahkan secara khusus masyarakat Sulawesi Tengah. Kalau di olah di negara kita pasti akan ada perekrutan tenaga kerja serta pabrikasi, pajak dan administrasi lain akan masuk ke negara bukan di bawah keluar bahan baku mentahnya” ujar jamal kepada wartawan media ini melalui telepon seluler Minggu 24/2/22
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Independen Nasional Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara Rolly Wenas kepada wartawan media ini Minggu 24/4 , bahwa eksport buah kelapa yang dilakukan PT Sulawesi Global Comudity sangat meresahkan, karena saat ini Indonesia dalam Krisis Minyak Goreng sedangkan kelapa adalah bahan alternatif untuk pembuatan minyak goreng.
“Kami minta sesegera mungkin KPK penyelidiki eksport Buah Kelapa yang di lakukan PT SGC dari Sulawesi Tengah ke Cina dan Tiongkok” karena hal tersebut dipandang mengancam perusahan yang notabene memberikan income yang sangat besar bagi negara ini karena pabrikasinya ada di tanah air. tegas Wenas. (Onal Mamoto)








