Wartainspirasi.com, Magetan — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Magetan mencatat sejarah baru dengan resmi meluncurkan Program Kelas Persiapan Taruna pada Selasa (16/09/2025).
Program ini diinisiasi untuk menyiapkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, kemandirian, dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Launching tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Dr. Taufiqurrohman, Forkopimca setempat, Komite Sekolah, serta para wali murid.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti dukungan terhadap lahirnya inovasi pendidikan di MAN 3 Magetan.
Dijelaskan Kepala MAN 3 Magetan, Basuki Prihatin, pembukaan kelas taruna ini bukan sekadar program tambahan, melainkan sebuah terobosan strategis untuk menjawab kebutuhan siswa yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan maupun TNI-Polri.
“Dengan launching kelas persiapan taruna di MAN 3 Magetan, kita berharap anak-anak memiliki karakter disiplin, kemandirian, dan bisa melanjutkan ke sekolah-sekolah kedinasan. Tidak menutup kemungkinan juga ke TNI maupun Polri. Itu harapan kita bersama,” jelas Basuki, saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, ide pembentukan kelas taruna lahir dari pengamatan terhadap tingginya animo siswa MAN 3 Magetan yang setiap tahun mengajukan legalisir dokumen untuk mendaftar ke sekolah kedinasan maupun instansi militer dan kepolisian.
Bahkan, dalam dua tahun terakhir, sejumlah alumni berhasil menembus sekolah kedinasan penuh.
Ia menambahkan, langkah MAN 3 Magetan membuka kelas taruna juga selaras dengan regulasi Kementerian Agama.
Sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum, madrasah diberikan kewenangan untuk berinovasi dan mengembangkan kurikulum sesuai kearifan lokal serta potensi peserta didik.
“Regulasi ini memberi ruang kepada madrasah untuk berkreasi, berinovasi, sekaligus memfasilitasi bakat dan minat anak-anak. Dari situ, kami gunakan dasar tersebut untuk membuka kelas persiapan taruna ini,” imbuh Basuki.
Sebagai program pionir, MAN 3 Magetan hanya membuka satu kelas dengan kuota terbatas sebanyak 30 siswa. Basuki mengungkapkan, jumlah tersebut dipilih agar pengelolaan bisa dilakukan secara serius dan tidak asal-asalan.
“Ini embrio, pioner. Tahun ini hanya satu kelas dengan 30 anak. Tahun depan insyaallah dibuka lagi, juga satu kelas. Kita tidak mau berlebihan, karena butuh penanganan sungguh-sungguh. Jangan sampai program ini hanya formalitas,” tegasnya.
Untuk mendukung pembelajaran, selain kurikulum induk dari Kemenag, MAN 3 Magetan mendesain tambahan materi ketarunaan.
Materi ini akan difokuskan pada pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, serta kesiapan fisik dan mental siswa.
Tak hanya itu, ia juga memastikan kualitas program, pihak madrasah menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pendampingan, antara lain Koramil, kepolisian, serta alumni sekolah kedinasan dan perguruan tinggi kedinasan seperti STPDN.
“Anak-anak akan mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi, aparat, maupun alumni kedinasan. Dengan begitu, mereka lebih siap secara mental, fisik, dan pengetahuan jika kelak mendaftar ke sekolah kedinasan atau institusi TNI-Polri,” ungkap Basuki.
Launching Program Kelas Persiapan Taruna ini menjadi langkah strategis MAN 3 Magetan untuk mencetak lulusan yang siap menjadi abdi negara sekaligus pemimpin masa depan.
Program ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi calon peserta didik yang memiliki cita-cita besar di bidang kedinasan.
Dengan dukungan penuh dari Kemenag, pemerintah daerah, aparat, dan orang tua, MAN 3 Magetan optimistis program taruna akan terus berkembang dan menjadi role model bagi madrasah lain di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional.







