Wartainspirasi.com, Magetan — Operasi Zebra Semeru 2025 yang digelar Polres Magetan pada 17–30 November resmi berakhir. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magetan mencatat adanya peningkatan signifikan pada kegiatan pencegahan pelanggaran, disertai dengan tren positif berupa penurunan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Magetan.
Kasatlantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi berjalan dengan lancar dan memberikan hasil menggembirakan bagi keamanan lalu lintas di daerah setempat.
“Alhamdulillah Operasi Zebra Semeru 2025 berjalan dengan baik dan lancar. Hasilnya pun cukup memuaskan,” ujar AKP Ade, Senin (01/12/2025).
Selama operasi berlangsung, Satlantas meningkatkan kegiatan pre-emptive seperti sosialisasi keselamatan berkendara melalui pemasangan spanduk, pembagian leaflet hingga imbauan langsung ke masyarakat. Jumlahnya naik 18 persen dibanding tahun lalu, dari 12.640 menjadi 18.437 kegiatan.
Tak hanya itu, upaya preventif seperti ramp check kendaraan angkutan umum, patroli di titik rawan pelanggaran hingga penempatan anggota di persimpangan krusial juga melonjak drastis. Tahun 2025 tercatat 36.766 kegiatan, meningkat 328 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, di sisi penegakan hukum, Polres Magetan menindak 18.383 pelanggaran lalu lintas dengan kenaikan 7 persen dibanding tahun 2024. Penindakan dilakukan melalui ETLE statis, ETLE mobile, hingga tilang manual dan teguran.
“Mayoritas pelanggar masih didominasi pengendara sepeda motor yang menggunakan handphone saat berkendara atau tidak memakai helm SNI. Untuk kendaraan roda empat, pelanggaran terbanyak terkait tidak menggunakan sabuk keselamatan dan bermain ponsel saat mengemudi,” kata Ade Andini.
AKP Ade menegaskan, keberadaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berperan besar dalam menekan pelanggaran. Saat ini terdapat empat titik ETLE di Magetan, meliputi Karangrejo, Maospati, Kawedanan, serta Simpang Empat GOR Magetan.
Menurutnya, meskipun penindakan meningkat, angka kecelakaan justru mengalami penurunan. Selama periode operasi tahun 2025, tercatat 12 kejadian kecelakaan atau turun 14 persen dari tahun 2024 yang mencapai 14 kejadian. Penurunan juga terjadi pada kerugian material serta jumlah korban luka berat dan luka ringan.
“Angka penindakan pelanggaran meningkat melalui ETLE, meski begitu, angka kecelakaan lalu lintas menurun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebelum operasi dimulai, Satlantas terlebih dahulu melakukan langkah antisipatif melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan melayangkan surat edaran ke instansi terkait agar masyarakat makin disiplin dalam berlalu lintas.
Dengan capaian tersebut, Polres Magetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.
“Terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga angka kecelakaan dapat terus ditekan,” tutup AKP Ade.







