Wartainspirasi.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Are, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah menggejot upaya percepatan penurunan angka stunting.
Langkah ini ditegaskan melalui gelaran Musyawarah Rembuk Stunting untuk perencanaan program tahun 2027 di Aula Kantor Desa Karang Are, Kamis (16/7/2026).
Musyawarah lintas sektor tersebut dihadiri oleh perwakilan Camat Pagar Jati, perwakilan Puskesmas Pagar Jati, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga para kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Are, Meri Susanto menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci utama agar desa dapat keluar dari status lokasi fokus (lokus) stunting.
“Kita berharap melalui rembuk stunting ini, seluruh pihak dapat bersinergi untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat,” tegas Meri.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemdes Karang Are telah menyiapkan tiga pilar program prioritas desa yang akan diakomodasi pada anggaran 2027:
Pemenuhan asupan gizi seimbang yang terfokus bagi keluarga rentan.
Peningkatan mutu pelayanan intensif serta pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Langkah preventif guna memutus mata rantai kasus stunting baru (zero new stunting).
Melalui forum musyawarah ini, seluruh pihak sepakat untuk menyelaraskan arah kebijakan dan menyusun langkah konkret percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Rembuk stunting ini menjadi wujud komitmen nyata bersama antara pemerintah desa, tenaga medis, dan elemen masyarakat dalam melahirkan generasi penerus di Desa Karang Are yang sehat, cerdas, dan berkualitas.







