Wartainspirasi.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Wayhawang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, resmi memulai pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2025.
Kegiatan ini diawali dengan peresmian titik nol budidaya ikan air tawar dan penanaman jagung pipil, yang digelar pada Kamis (15/5/2025).
Program ketahanan pangan ini merupakan bentuk implementasi langsung dari arahan pemerintah pusat untuk mendorong kemandirian desa dalam sektor pangan.
Di Wayhawang, program tersebut difokuskan pada dua sektor utama, yaitu budidaya ikan air tawar menggunakan kolam terpal dan pengelolaan lahan jagung pipil dengan memanfaatkan lahan tidur milik warga.
“Program ketahanan pangan ini kita bagi menjadi dua jenis kegiatan, yakni budidaya ikan air tawar dan tanam jagung pipil. Diharapkan, pemberdayaan masyarakat benar-benar terealisasi dengan tujuan meningkatkan ekonomi dan mendukung program makan gizi gratis pasca-Covid-19,” ujar Kepala Desa Wayhawang, Ahamat Marzuki.
Budidaya ikan air tawar dilakukan menggunakan kolam terpal yang dibagi dalam beberapa unit dengan ukuran bervariasi.
Setiap kolam mampu menampung ikan dalam jumlah cukup, dan diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal jika dikelola dengan baik.
Pemdes juga telah melakukan kalkulasi potensi bagi hasil dari kolam berukuran sedang sebagai model percontohan.
Sementara itu, kebun jagung pipil dikembangkan di lahan-lahan tidur milik warga yang sebelumnya tidak produktif.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan titik nol turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Tim Pengelola Kegiatan (TPK), sebagai bentuk sinergi antar elemen dalam mendukung keberhasilan program tersebut.







