PT. ALR Dipuji Bangun Jembatan Komunikasi dengan Warga Lahat

Wartainspirasi.com — Pembangunan jalan hauling sepanjang 27 kilometer yang dipercayakan kepada PT. Akses Lintas Raya (ALR) kini nyaris rampung.

Pengerjaan yang tengah menuju garis finis dalam penuntasan dokumen Perjanjian Pemanfaatan Lahan Bersama (PPLB) ini dinilai menjadi momentum positif bagi iklim investasi di Bumi Seganti Setungguan.

Ketua Front Pemuda Lahat, Hendro Juniarto, menegaskan bahwa komitmen PT. ALR dalam menyelesaikan legalitas jalur angkutan komoditas mencerminkan profesionalisme tinggi di tengah tuntutan tata kelola perusahaan yang bersih.

“Pembangunan jalur khusus yang dipercayakan kepada PT. ALR merupakan langkah maju menuju garis finis penuntasan PPLB. Ini adalah momentum positif bagi iklim investasi Lahat,” ujar Hendro Juniarto, Senin (10/8/2026).

Menurut Hendro, keberhasilan PT. ALR membangun kesepahaman dengan para pemilik aset sensitif mulai dari Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola PT. Pertamina EP di bawah pengawasan DJKN, hingga wilayah Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit PT. Bumi Sawit Permai (BSP) membuktikan bahwa perusahaan tersebut merupakan mitra strategis yang taat asas.

Optimisme terhadap keberlanjutan proyek ini semakin diperkuat oleh hadirnya langkah solutif dari pemerintah melalui pembangunan Jembatan Sengkuang.

Infrastruktur vital ini menjadi akses utama sekaligus urat nadi mobilitas bagi warga Desa Lematang Jaya dan Desa Cempaka Wangi.

Kehadiran Jembatan Sengkuang secara otomatis mengurai kekhawatiran masa lalu terkait faktor keselamatan di jalan umum.

Dengan adanya fasilitas publik yang representatif tersebut, jalur logistik komoditas perusahaan dan jalur aktivitas harian masyarakat kini memiliki ruang masing-masing.

“Keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling mengganggu mobilitas satu sama lain,” terang Hendro.

Lebih lanjut, Hendro mengapresiasi sikap terbuka manajemen PT. ALR dalam menyerap aspirasi warga Desa Cempaka Wangi, Lematang Jaya, dan Desa Arahan.

Menurutnya, pendekatan transparan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak sedang membatasi diri dari masyarakat.

“Sikap terbuka manajemen PT. ALR menunjukkan bahwa perusahaan tidak sedang membangun dinding pembatas, melainkan jembatan komunikasi,” tegasnya.

Gejolak sosial yang sempat terjadi di masa lalu tidak dihindari oleh perusahaan, melainkan dijadikan bahan evaluasi mendalam.

Langkah evaluasi tersebut mencakup penyempurnaan aspek keselamatan jalan, kepastian lahan adat, hingga pemenuhan standar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bersama Dinas Lingkungan Hidup.

Hendro mengajak seluruh pihak untuk melihat kehadiran investasi ini secara objektif karena membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian daerah.

“Melalui sinergi antara kepatuhan hukum dokumen PPLB, keterbukaan korporasi, dan dukungan infrastruktur Jembatan Sengkuang dari pemerintah, masyarakat Lahat justru mendapatkan jaminan keamanan sekaligus peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Lewat dialog transparan dan tindakan nyata, PT. ALR dinilai telah membuktikan bahwa industri komoditas dan ruang hidup masyarakat dapat berjalan beriringan secara harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *