Sampai Kapan Pemerintah Tutup Mata Dengan Permasalahan Masyarakat Pubabu?

Wartainspirasi.com, NTT — Pantauan Awak media ini, Jum’at (28/10/22), Kondisi hutan Pubabu yang didalamnya ada Desa Linamnutu (besipae), Mio, Oe’ekam, Enoneten dan Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan sampai detik ini belum ada penyelesaian yang jelas, justru semakin diperparah oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Kamis, 20 Oktober 2022, Pukul 11.00 WITA masyarakat Pubabu yang masih bertahan kembali digusur dan diterlantarkan oleh Pemprov NTT, sebanyak 19 unit rumah yang digusur, 12 diantaranya rumah yang pernah dibangun Pemprov untuk ditempati sambil menunggu penyelesaian dan 7 rumah lainnya milik masyarakat yang dibangun secara mandiri.

Terhitung korban yang terdampak sebanyak 23 Kepala Keluarga, terdiri dari orang dewasa, pemuda, anak-anak dan seorang ibu yang sedang hamil tua (9 bulan).

Menurut Mama Demaris saat diwawancarai awak media ini, Kamis (27/10/2022), Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor laiskodat turun ke Pubabu Besipae melakukan kegiatannya namun tidak datang untuk lihat kami.

“Masyarakat yang di gusur sangat kecewa dengan Gubernur kami ini, masa bapak Gubernur hanya datang untuk melakukan kegiatannya tetapi tidak menghiraukan kami masyarakat yang lagi sengsara,” ujarnya.

Menurut Nikodemus mana’o saat diwawancarai media ini menjelaskan, ” Dengan perubahan,iklim saat ini cuaca tidak menentu; kondisi fisik anak anak, pemuda dan masyarakat akan sangat terganggu dan rentan mendapatkan penyakit.

Setelah penggusuran masyarakat tetap bertahan di bawah puing-puing rumah, pohon, pondok dan terpal untuk menyimpan barang dan berisitirahat.

Lanjut Niko, Pemprov NTT juga mencabut kabel penghubung arus listrik ke rumah-rumah dan hanya membiarkan meterannya saja. Ketika malam hari masyarakat harus beraktifitas dan tidur dalam keadaan yang sangat gelap.

Dan pada sore hari kamis 27/10/2022 sekitar jam 05:54 hinga 07:40 Wita terjadi hujan lebat dan pada malam hari masyarakat tidak bisa tidur, karena semua tempat suda basa dan berlumpur.
Masyarakat malam itu tidak bisa tidur,

Dan pada waktu Bapak Gubernur berkunjung ke pubabu besipae namun Bapak gubernur Tidak datang ke lokasi penggusuran untuk melihat masyarakatnya yang sudah di gusur ini.

Saya sangat kecewa dengan pemimpin kami ini
Di mana hati seorang pemimpin kami ini kenapa harus Buat rakayatnya harus menderita seperti ini, masah proyeknya yang di utamakan dan tidak menghiraukan masyarakatnya yang suda di gusur dan di terlantarkan oleh Pemprov NTT sendri Imbasnya.

YM (NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *