Wartainspirasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli telah melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III (Juli-Oktober) Tahun 2025 yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 11 Oktober 2025 di wilayah Afilaza, Kota Gunungsitoli.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin wakil rakyat untuk menjalin komunikasi langsung dan menyerap aspirasi dari masyarakat konstituen.
Reses kali ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega, S.T., M.Si.
Dalam sambutannya, Adrianus Zega menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kehadiran seluruh masyarakat.
Ia menegaskan kembali pentingnya kegiatan reses ini sebagai jembatan komunikasi antara DPRD dan masyarakat.
“Reses ini merupakan salah satu penghubung komunikasi antara DPRD dan masyarakat. Melalui reses ini, kami ingin mendengarkan secara langsung apa aspirasi masyarakat,” ujar Adrianus Zega.
Adrianus Zega lebih lanjut menyatakan komitmen DPRD untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Namun, ia turut menyinggung tantangan yang dihadapi terkait efisiensi anggaran yang terbatas. Menurutnya, keterbatasan ini berdampak pada terhambatnya beberapa kegiatan, termasuk pembangunan infrastruktur.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menjadi penghalang untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat.
Acara reses menjadi ajang dialog interaktif. Salah satu perwakilan masyarakat yang bertanya, Ama. Melson Harefa, menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah menampung aspirasi.
Namun, Ama. Melson Harefa menyampaikan kekhawatirannya terkait efisiensi anggaran pendidikan.
Ia menyoroti adanya pemotongan anggaran pendidikan yang signifikan, dari Rp. 14 miliar menjadi hanya Rp. 3 miliar.
“Lalu bagaimana pendidikan bisa maju?” tanyanya, menyoroti kekhawatiran masyarakat akan nasib sektor pendidikan dengan alokasi dana yang berkurang drastis.
Pertanyaan dari masyarakat ini langsung menjadi salah satu catatan penting bagi DPRD Gunungsitoli untuk dibahas lebih lanjut dan dicarikan solusi dalam rapat-rapat kerja berikutnya.













