KAUR, WARTAINSPIRASI.COM – Program Stunting adalah Program Menteri Kesehatan. Dimana penyebabnya kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Dimana kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui.
Genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kaur telah mengadakan rembuk dengan Dinas terkait lainnya di ruang Bappeda Rabu (25/08/21) pertemuan antar OPD ini sebagaimana bahasan utama untuk mencegah Desa-desa yang harus di masukan program stunting, apa lagi di massa pandemi ini bisa saja terjadi akibat kurang pasokan makanan yang bergizi sehingga bisa menyebabkan faktor kesehatan.
Kepada OPD untuk mendukung upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kaur, adapun rembuk stunting diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait.
Dan dapat di ketahui Desa stunting di Kabupaten Kaur saat ini masuk dalam program stunting yakni ada empat desa diantaranya Desa Air Palawan, Desa Air Batang, Desa Sukajaya dan Desa Talang Padang.
Pada acara rembuk stunting ini dihadiri oleh Bupati Kaur H. Lismidiato, SH, MH di dampingi Plt Sekda Drs. Ersan Syafiri, MM, Plt. Kepala Bappeda & Litbang Arsal Adelin MPd, Kepala Dinas Kesehatan Azwar, S.Sos dan pejabat lainnya.
Dalam penyampaian Bupati Kaur H .Lismidianto SH. “Kabupaten Kaur terus berupaya untuk terbebas dari stunting, agar bisa menghasilkan generasi masa depan yang sehat, produktif dan memiliki daya saing yang kuat.” Ujar Bupati.
Dan pada akhir rapat ini diputuskan bersama sesuai dalam kajian tentang perkembangan dari Dinas Kesehatan ada terdapat beberapa Desa yakni, Desa Tanjung Betung, Desa Bandu Agung, Desa Muara Dua Kecamatan Nasal, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal, Desa Suka Jaya, Kecamatan Nasal, Desa Air Pahlawan Kecamatan Nasal, untuk Kecamatan Padang Guci Hilir, Desa Talang Padang, Desa Talang Jawi dan Kecamatan Tetap Desa Cucupan dan Desa Babat. (Marjhon)







