Wartainspirasi.com, Minsel — Berakhirnya tanggap darurat bencana alam yang terjadi di pesisir pantai Amurang pada tanggal 15/06/22 menimbulkan tanda tanya bagi korban bencana yang saat ini sementara diungsikan di beberapa tempat yang disediakan oleh pemerintah.

Sudah 14 hari mereka tinggal di pengungsian dan tidak melakukan aktifitas seperti biasanya karena ada sejumlah keluarga yang kehilangan harta benda dan ada juga yang diungsikan karena masuk dalam zona terdampak.
Salah satu warga pengungsi yang tidak mau namanya disebut kepada wartawan media ini 28/06/22 mengatakan sembari mengeluhkan keberadaan mereka saat ini karena belum adanya tempat yang layak bagi mereka.
“Kami kan punya keluarga baik suami, istri dan anak-anak tapi kami masih di lokasi pengungsian, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah menyediakan hunian sementara, hanya saja kami belum bisa menempati hunian sementara tersebut dikarenakan belum selesai, kami berharap saat tanggap darurat selesai, kami sudah ada di hunian sementara tapi harapan tersebut sirna disaat tanggap darurat masih diperpanjang” ucap sumber tersebut
Diketahui bahwa rencana anggaran yang disediakan meperintah daerah Kabupaten Minahasa Selatan berbandrol 1.5 milyard, tapi saat ini anggaran tersebut belum mencapai nominal diatas yang ada masih dikisaran 400 sampai 500 juta.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan Thorie Joseph kepada wartawan media ini Rabu 29/06. Menurutnya benar bahwa hari ini tanggap darurat sudah selesai dan diperpanjang lagi 14 hari kedepan, hal tersebut disebabkan karena masih ada penanganan khusus bagi pengungsi serta belum selesainya Rumah Hunian Sementara.
“Kami berupaya pada tanggal 05/07 mendatang sudah selesai Hunian sementara tersebut sambil melihat ketersediaan anggaran, semoga anggaran dari pemerintah bisa mencukupi dan bisa juga membayar tenaga-tenaga teknis seperti kepala tukang (kepala bas).” tutur Thorie.(Onal Mamoto)











