Kaur, wartainspirasi.com — ” Adanya bangunan Puskesmas Nasal yang plaponnya ambruk atau bolong-bolong itu hal biasa pasalnya bangunan gedung di Puskesmas Nasal itu dibangun tahun 2019 artinya sudah berjalan hampir empat tahun dan untuk biaya pemeliharaannya itu kembali ke Puskesmas masing-masing sebab dana pemeliharaan dari Dinkes tidak ada,” ujar Kabid Pelayanan SDK Sasmin Itiadi Suhanto, Rabu (2/3/22).
Ia juga menambahkan, “bahwa untuk urusan pemeliharaan yang sifatnya ringan itu kita serahkan ke pihak Puskesmas, kalau ada kerusakan berat baru kita turun ke lokasi untuk mendatanya lalu kita masukkan ke pengajuan ke anggaran berikutnya dan untuk bangunan di Puskesmas Nasal juga tahun ini ada penambahan pembangunan Gedung PONED sehingga nantinya di Puskesmas Nasal itu sarana pelayanannya lengkap,” tambahnya.
Dalam program lain, Kabid SDK juga menerangkan perihal pengadaan Peti Covid-19 yang sudah di sediakan sebanyak 50 unit dan harga per unit sebesar Rp 2,5 juta. Sasmin membenarkan peti Covid-19 sudah disediakan dalam persiapan penanganan yang meninggal akibat Covid-19 dan pengadaan peti Covid-19 sudah selesai dibuat dan di simpan di Rumah Sakit Umum Daerah Kaur,” jelasnya.
Kita berharap korban meninggal karena Covid-19 di Kaur menurun terbukti persiapan 50 itu baru terpakai sekitar 6 buah ,” tutupnya. (Marjhon)







