WARTAINSPIRASI.COM, KAUR — Sudah hampir 20 tahun sejak jalan Ex Bengkulu Raya Timber (BRT) menjadi jalan Desa dan Kabupaten dimana pada awalnya Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje ini, bagian dari Desa Tran Muara Jaya, namun dengan adanya pemekaran maka Desa Tanjung Aur menjadi pemerintahan sendiri.

Namun dari tahun ke tahun jalan Desa Tanjung Aur ini belum dibangun sepenuhnya, pasalnya pembangunan jalan ini hanya mengandalkan Anggaran APBD Kaur. Walaupun sudah ada disentuh pembangunan peningkatan jalan menjadi hotmix akan tetapi hanya sekitar lebih kurang 3 KM sedangkan Jalan Desa Tanjung Aur sepanjang lebih kurang 15 KM sampai ke pemukiman .
Keluhan ini disampaikan warga Desa Tanjung Aur juga sering diungkapkan oleh Kepala Desa Tanjung Aur Sugiono, menceritakan kalau jalan Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje, tahun ini ada kebagian pembangunan peningkatan jalan namun setelah mendengar dalam penyampaian waktu di kecamatan ternyata Desa Tanjung Aur tidak ada pembangunan peningkatan jalan.
Dengan mendengar laporan dari Pemda itu, maka saya selaku Kepala Desa lesu dan kecewa, karena tadinya masyarakat sudah sangat bahagia sekali jika janji DPRD maupun pemerintahan di Desa Tanjung Aur akan ada penambahan peningkatan jalan .
Tambah kades , padahal di Desa Tanjung Aur ini sudah hampir 20 tahun sejak masih bergabung dengan Desa Tran Muara Jaya, sampai sekarang Desa Tanjung Aur hanya dibangun hotmix dan rabat beton sekitar 3 KM andaikan setiap tahunnya ada kebagian pembangunan 500 meter saja , barang tentu jalan muara jaya bisa selesai sampai ke pemukiman warga . Ujar kades sugiono Minggu (21/3/21).
“Saya sekarang malu kepada warga ,karena saya seolah -olah tidak ada usaha untuk mengusulkan pembagunan ke Pemerintahan, padahal saya sudah lakukan semua, baik secara berkoordinasi langsung maupun melalui proposal namun saya tidak tahu kenapa dan kendala apa kok sampai Desa Tanjung Aur ini kurang dilirik pembangunan jalannya, untuk penduduk ratusan Kepala keluarga (KK) dan mata pilih juga hampir ribuan orang ,” ungkap Sugiono.
Sugiono berharap supaya ada upaya Pemerintahan untuk membangun secepatnya jalan Desa Tanjung Aur ini soal dari mana programnya semoga Desa Tanjung Aur dapat diperhatikan, sangat miris kalau ada musibah harus di ojek pakai motor ,baik orang sakit maupun orang meninggal dunia,” harap Kades. (Marjhon)







