Wartainspirasi.com — Saat ini pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu sedang mengerjakan perbaikan jalan rusak yang ada dibeberapa ruas jalan Nasional di Wilayah Kabupaten Kaur, namun dalam pekerjaan jalan ini debu dari pengupasan aspal yang di siram split menimbulkan debu mengganggu aktifitas serta kesehatan warga di sekitar Desa Tanjung Bunga Kecamatan Tetap.
Keluhan ini di sampaikan ke media oleh warga Tanjung Bunga, Sismawati mengatakan, masyarakat khususnya Desa Tanjung Bunga terkena hujan debu oleh pembangunan jalan ini, bukan tidak senang jalan ini di bangun cuma kami minta kepada pihak terkait melakukan penyiraman jalan sehari setidaknya tiga kali.
” Masyarakat saat ini sudah banyak terkena batuk filek oleh debu jalan ini, apalagi jalan selalu ramai dilalui kendaraan mengingat situasi saat ini cuaca panas kami susah untuk beraktifitas berjualan depan rumah dan duduk didepan teras,” sampai warga.
Sementara Kepala Desa Tanjung Bunga, Rislan membenarkan adanya keluhan warganya terkait persoalan debu jalan dari bangunan tersebut. Mmasarakat sudah banyak mengeluh masalah debu yang sangat membahayakan kesehatan masyarakat karena sudah menimbulkan suatu penyakit batuk yang filu cukup serius, mohon kiranya dapat memberikan keselamatan warga di Desa Tanjung bunga ini.
” Bahkan masyarakat saya pernah minta ganti rugi ke Kades, tapi saya bingung bagaimana cara mengatasi persoalan ini mohon kepada pihak terkait supaya dapat diatasi dan kiranya dapat memikirkan keselamatan warga yang terkena dampak debu jalan yang akan dibangun ini,” harap Kades.
Kades menambahkan, “setiap hari saat ini rumah-rumah warga yamg terdampak debu jalan, pintu rumahnya di tutup seperti tidak ada penghuni dalam rumah warga saya itu,” tambahnya.
Pihak pelaksana proyek PT. RDS melalui Mardi mengatakan, ” pihaknya akan siap melakukan penyiraman rutin dan ia katakan untuk penyiraman sudah dilakukan oleh pekerja dilapangan,” sampai Mardi saat dikonfirmasi media ini. (Mj)







