Bengkulu Tengah — Peningkatan jalan Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah yang dialihkan seperti tertera dipapan informasi disinyalir mengundang konflik di tengah-tengah masyarakat.
Jalan Kabupaten dilingkungan perdesaan Pekik Nyaring sepanjang kurang lebih 1 Km ini yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkulu Tengah.
Harapan warga blok satu jalan pemukiman menjadi mulus tapi tidak menjadi kenyataan bahkan titik nol dialihkan ke blok empat Desa Pekik Nyaring.
Sebelumnya warga blok satu sangat mengharapkan peningkatan jalan di blok satu mengingat kondisi ruas jalan telah mengalami kerusakan ditambah lagi pembuangan air pun tidak teratur.
Sedangkan yang dibangun blok 2, 3 dan 4 yang semestinya dibangun sesuai perencanaan kontrak adalah blok 1, 2 dan 3. Dilakukan pengalihan pembangunan diblok 1 ke 4 mengundang tanya hampir seluruh lapisan masyarakat Desa Pekik Nyaring khususnya warga blok 1.
Ditempat berbeda Noval Ananta. SH., MH selaku Kepala Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa saat dikonfirmasi media ini pun angkat bicara pada hari Jum’at (14/10/2022) sekitar pukul 13.14Wib, terkait dengan pengalihan peningkatan jalan yang ada dilingkungan blok 1.
“Saat dilakukan titik nol peningkatan jalan di Desa Pekik Nyaring saya tidak mengetahui apalagi diundang, kebetulan diberi tahu oleh Kadun jika sedang dilakukan titik nol di blok 4.
Tapi tidak ada satu pun yang menjelaskan alasan pengalihan tersebut, hingga akhirnya menyikapi hal tersebut kami melayangkan surat kepada Pj Bupati Bengkulu Tengah, Ketua Komisi lll DPRD Bengkulu Tengah, Dinas PUPR Bengkulu Tengah, Camat Pondok Kelapa hingga Kapolsek Pondok Kelapa.
Disposisi surat dari Pj Bupati Bengkulu Tengah hingga saat ini tidak digubris oleh Dinas PUPR Bengkulu Tengah, Kepala Desa Pekik Nyaring mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah segera membangun jalan diblok 1 mengingat kondisinya yang layak untuk dilakukan peningkatan,” ungkap Noval Ananta SH.,MH Kades Pekik Nyaring.
Ditempat berbeda, Candra Irawan. S.,S.IP Ketua LAKI Benteng menyampaikan sarannya, “agar pihak Pemerintah Kabupaten melalui Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah bekerja profesional dan proporsional berdasarkan kebutuhan bukan kepentingan.
Sesuai perencanaan dikontrak telah jelas jika jalan yang akan dibangun blok 1, 2 dan 3 tapi tiba-tiba blok 1 diganti di blok 4, jelas ini pertanyaan dikalangan masyarakat yang nantinya menyulut rasa kekecewaan sekaligus kemarahan masyarakat yang dapat berujung konflik ditengah-tengah masyarakat,” jelasnya. (Tim)













