Wartainspirasi.com – Kondisi infrastruktur Jalan Lintas Utara yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Barat kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Badan jalan nasional yang menjadi urat nadi perekonomian antar kabupaten dan kota ini terancam putus total akibat abrasi sungai yang kian mengikis bahu jalan.
Kondisi kritis ini memicu sorotan tajam dari publik. Pemerintah pun didesak untuk segera mengambil tindakan tegas dan nyata sebelum bencana banjir bandang datang dan memutus total akses jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi Jalan Lintas Utara, tepatnya di Dusun Tanjung Sakti, Desa Pondok Kelapa, tingkat kerusakan jalan sudah masuk dalam fase mengkhawatirkan.
Sempadan sungai terlihat jelas telah memakan sebagian badan jalan.
Secara kasat mata, bibir sungai yang terus terkikis menciptakan jurang curam yang langsung berbatasan dengan aspal.
Kondisi tanpa pembatas ini menjadi ancaman maut yang mengintai keselamatan para pengguna jalan setiap harinya.
Padahal, jalur ini merupakan kawasan sentral ekonomi yang padat lalu lintas logistik dan kendaraan masyarakat.
Harry Stiawan, AZ, salah seorang warga Dusun Tanjung Sakti, membenarkan kondisi darurat tersebut.
Menurutnya, titik abrasi yang paling parah berada tepat di depan kediamannya.
Ia mengkhawatirkan dampak yang jauh lebih besar jika penanganan lambat dilakukan.
“Jalan ini terancam putus total karena sempadan sungai terus mengikis aspal. Kalau tidak segera diantisipasi dengan cepat, bukan hanya badan jalan saja yang hilang, tetapi puluhan rumah warga di sekitar aliran sungai ini juga ikut terancam ambrol,” ujar Harry saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (17/6/2026).
Harry juga meminta kepada pihak Eksekutif maupun Legislatif untuk bersinergi mengambil langkah positif dan cepat.
Ia berharap pembangunan dinding penahan tanah (turap/pelapis tebing) segera direalisasikan sebelum intensitas hujan meninggi dan memicu banjir.
Selain ancaman jalan putus, ketiadaan rambu peringatan di lokasi juga dikeluhkan.
Bibir sungai yang curam dan hanya berbatasan langsung dengan aspal sangat berbahaya, terlebih saat malam hari karena minimnya penerangan.
Pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan instansi terkait, untuk segera memasang rambu-rambu keselamatan atau pembatas jalan di titik koordinat rawan tersebut.







