Renovasi Masjid AL-IKHLAS Cagar Budaya Bersejarah di Desa Padang Betuah

Wartainspirasi.com – Kabar gembira datang untuk masyarakat Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah.

Masjid AL-IKHLAS, salah satu cagar budaya bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1823 Masehi, saat ini tengah menjalani tahap renovasi berkat kucuran dana dari Pemerintah Pusat.

Langkah ini disambut hangat dan positif oleh warga setempat, yang melihatnya sebagai wujud perhatian serius pemerintah terhadap pelestarian warisan sejarah daerah.

Kebenaran mengenai renovasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Tomi Marisi, M.Si., melalui Kepala Bidang Kebudayaan, M. Yudi, SE.

Saat ditemui di ruang kerjanya, M. Yudi, SE, menjelaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga peninggalan bersejarah.

“Kita berupaya menstabilisasi cagar budaya di Bengkulu Tengah agar dapat terpelihara dengan baik,” ujarnya.

“Kita optimistis cagar budaya dan situs yang ada di Bengkulu Tengah dapat tersentuh pembangunan. Kita berupaya melestarikan cagar budaya dan situs yang mempunyai sejarah yang tidak bisa diabaikan,” urai M. Yudi.

Ia juga menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keutuhan peninggalan sejarah tersebut.

“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga keutuhan peninggalan cagar budaya yang tersisa, peninggalan sejarah yang tak dapat kita lupakan,” pungkas M. Yudi, SE, pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Sambutan positif datang dari warga Desa Padang Betuah. Melalui sambungan telepon, Nirwanto, salah seorang warga desa, membenarkan bahwa Masjid AL-IKHLAS saat ini sedang direnovasi. Ia menyatakan rasa syukur dan apresiasinya yang tinggi.

Nirwanto menegaskan bahwa renovasi ini sangat penting mengingat Masjid AL-IKHLAS menyimpan sejarah yang panjang.

Ia juga memastikan bahwa bentuk asli masjid tidak akan diubah, hal ini untuk menghormati dan mengenang sejarah di masa silam.

“Kehadiran serta peran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Pemerintah Pusat, kami sampaikan apresiasi, kami menyambut positif, dan mengucapkan terima kasih dari semua unsur,” kata Nirwanto.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama.

“Pembangunan masjid bersejarah ini tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Kelestarian cagar budaya di desa kami dapat terpelihara dengan baik. Kelestarian cagar budaya merupakan kewajiban bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *