PMD Benteng Gelar Monev BUMDes 2025, Fokus pada Optimalisasi Dana Desa dan Ketahanan Pangan

Wartainspirasi.com – Memasuki tahun anggaran Dana Desa (DD) 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Tengah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun anggaran 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Pendopo Kantor Camat Pondok Kelapa pada Selasa, 14 April 2026.

Acara yang berlangsung tertib ini dihadiri oleh perwakilan dari 9 desa di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, yaitu:

  1. Desa Pondok Kelapa

  2. Desa Abu Sakim

  3. Desa Pasar Pedati

  4. Desa Sri Katon

  5. Desa Pagar Dewa

  6. Desa Kembang Ayun

  7. Desa Padang Betuah

  8. Desa Talang Pauh

  9. Desa Sidodadi

Sekretaris PMD, Erni Nurul, S.Sos, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memberikan pembinaan administrasi terkait penggunaan Dana Desa tahun 2025.

Fokus utama evaluasi kali ini adalah program ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMDes.

“Administrasi sangatlah penting sebagai acuan kestabilan dan perkembangan kegiatan. Kami menegaskan agar pengurus BUMDes disiplin dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada setiap kegiatan,” ujar Erni.

Ia juga menambahkan bahwa alokasi Dana Desa untuk ketahanan pangan harus digunakan secara maksimal dan tepat guna.

BUMDes diberikan kepercayaan untuk mengelola dana tersebut demi stabilitas ekonomi warga.

“Kepala desa juga kami tekankan untuk terus memonitor kegiatan di lapangan dalam menjalankan fungsi pengawasannya,” pungkasnya.

Camat Pondok Kelapa, Ridulima, S.Sos, M.AP, menyambut positif langkah PMD dalam melakukan evaluasi ini. Menurutnya, sinergi antara kepala desa dan pengurus BUMDes adalah kunci keberhasilan ekonomi desa.

“Kami mendorong setiap Kepala Desa untuk memberikan fasilitas dan kemudahan bagi unit usaha desa.

Jika dikelola dengan baik, BUMDes dan program ketahanan pangan akan menjadi penunjang utama ekonomi warga setempat,” tutur Camat Ridulima.

Senada dengan hal tersebut, Bambang Wahono, SP, menegaskan bahwa program ketahanan pangan melalui BUMDes merupakan perhatian serius dari Pemerintah Pusat.

Ia memberikan respon positif terhadap kegiatan monev berkala ini sebagai pedoman fungsi pengawasan secara global.

“Apabila pengelolaan ketahanan pangan dinilai baik dan sukses, pihak desa dapat menganggarkan kembali untuk dana berikutnya. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap keberhasilan pengelolaan dana negara,” jelas Bambang.

Menutup rangkaian acara, tim evaluasi didampingi oleh kepala desa setempat melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah unit usaha Kolam Pemancingan BUMDes Desa Pondok Kelapa untuk melihat langsung progres perkembangan usaha yang telah berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *