Setelah dikerjakan secara berturut turut pada tahun 2019 akhir dan 2020 akhir dan tidak kunjung selesai sampai saat ini alias “mangkrak” ruas jalan tangkunei sonder saat ini dikerjakan kembali. Diketahui sumber dana pekerjaan proyek tersebut adalah bersumber dari APBD Propinsi Sulut melalui Dinas PUPR Provinsi.
Proyek yang sudah berjalan sejak bulan Oktober 2021 tahun lalu dengan anggaran kurang lebih empat milyar diduga dikerjakan asal-asalan.
Pengerjaan asal-asalan terlihat pada awal pengerjaan yang sempat bersengketa dengan pemilik tanah/kebun.
Sementara sejumlah material yang dipakai pada proyek tersebut diduga diambil langsung di lokasi pengerjaan seperti sirtu (pasir batu)
Yang lebih mengherankan lagi saat pengerjaan kontraktor memakai material “lumpur” bercampur kerikil, diduga material tersebut tidak masuk pada spesifikasi material yang biasanya dipakai pada proyek jalan Provinsi.
Salah satu warga yang sempat melintas di jalan tangkunei-sonder kepada wartawan media ini mengatakan bahwa sebagai masyarakat mempertanyakan material yang dipakai pada proyek tersebut baik proyek jalan maupun proyek drainase,” ucap Bapak Jon warga Sonder.
“Setahu saya kalau batu merah seperti itu tidak dipakai pada proyek-proyek kontruksi karena tingkat kepadatan batu tersebut sangat dibawah rata-rata, bagaimana mancingan batu tersebut bisa kuat ? Sedangkan batu tersebut tidak seutuhnya batu melainkan tanah yang membungkus batu”
Hal lain juga terlihat pada pekerjaan tersebut struktur tanahnya berjalan tidak statis dan dapat mengakibatkan kerusakan secara dini.
Pihak kontraktor saat di konfirmasi di lokasi pekerjaan mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa memakai material tersebut (sambil mengatakan bahwa ada dua proyek di Minahasa Utara memakai material yang sama dan tidak ada masalah) ucap oknum yang awalnya mengaku dirinya kontraktor tapi diakhir konfirmasi dia mengatakan bahwa dirinya adalah pengawas.
” kalau bapak (wartawan read) ingin mengetahui lebih detail silakan tanya ke PU Provinsi dan tanya saja David Lumoindong atau Bapaknya Jofni,” tutupnya. //Onal Mamoto







