Minsel, Wartainspirasi com — Timbulnya sejumlah berita miring yang dialamatkan ke sejumlah oknum Kepala Sekolah marak di Kabupaten Minahasa Selatan, hal tersebut dikarenakan tidak terpenuhi keinginan oknum-oknum yang mengaku wartawan saat datang baik ke sekolah maupun ke rumah pribadi.
Tidak tanggung-tanggung oknum wartawan tersebut datang ke sekolahpun secara bergerombolan dengan kelompok yang berbeda-beda,” ucap salah satu Kepala Sekolah di Kecamatan Motoling.
Selain itu, kunjungan para oknum-oknum wartawan tersebut bukan untuk mencari berita tapi mana kala mereka ketahui ada pancairan dana bos ataupun anggaran lain pasti mereka datang,” ucap lagi salah satu Kepala Sekolah di Kecamatan Tenga.
Yang lebih parah lagi ada salah satu kelompok wartawan yang sudah membentuk grup WhatsApp dengan beranggotakan Kepala-kepala Sekolah di Minahasa Selatan dan mereka pun tidak segan- segan akan mencari kesalahan Kepala Sekolah apabila keluar dari grup yang mereka (oknum wartawan read) buat.
Buntut dari adanya tekanan dan intimidasi dari oknum-oknum yang mengaku wartawan salah satu Kepala Sekolah di Minsel membuat permohonan pengunduran diri dari, penyebabnya diduga akibat adanya oknum-oknum mengaku wartawan datang untuk meminta uang tapi tidak terpenuhi apa yang mereka inginkan.
Modus operandi oleh oknum-oknum yang mengaku wartawan tersebut berbeda-beda, ada yang dengan gaya konfirmasi kendati tidak ada masalah, ada yang menanyakan dana bos, ada yang menanyakan masalah pribadi dan banyak lagi.
Dengan gaya layaknya seorang Penyidik Kepolisian oknum-oknum wartawan tersebut memberikan pertanyaan yang menekan seolah-olah ada kesalahan dan kalaupun pemberian kami hanya 25 ribu pasti gaya mereka menerima tidak dengan senang hati dan dipastikan mereka akan mencari kesalahan sekecil apapun sampai ke urusan pribadi dan rumah tangga,” ucap salah satu guru di Kecamatan Tatapaan. /Onal Mamoto













