Kantor Desa Terbuka Tanpa Petugas, Dinas PMD Bengkulu Tengah Ingatkan Tugas Pelayanan

Wartainspirasi.com – Fenomena kantor desa yang tetap terbuka namun tanpa penghuni di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi perhatian serius dari pihak intelijen BPAN LAI Bengkulu.

Algapi, intelijen dari BPAN LAI Bengkulu, menyoroti secara tajam masalah kedisiplinan jam kerja serta fenomena perangkat desa yang berdomisili di luar wilayah tugasnya.

Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung terhadap merosotnya kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Dalam keterangannya, Algapi menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat desa di wilayah Bengkulu Tengah.

Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi:

  • Kantor desa yang buka tanpa adanya petugas di tempat dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan administratif.

  • Adanya ketidaksesuaian antara domisili tempat tinggal dengan wilayah kerja yang memicu kelalaian kehadiran.

  • Kinerja perangkat desa harus ditinjau kembali secara berkala demi menjamin efektivitas tata kelola pemerintahan desa.

Atas temuan ini, Algapi secara tegas meminta Inspektorat Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Kepala Desa beserta jajarannya di se-Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Terkait Siltap (Penghasilan Tetap) yang sering terlambat, jangan sampai dijadikan alasan untuk mangkir masuk kantor. Jika terdapat keluhan, silakan sampaikan melalui ruang dan saluran yang tepat, namun tunjukkan kinerja terlebih dahulu,” tegas Algapi.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Marhalim, melalui Kepala Bidang PMD, Hekatman, memberikan imbauan resmi kepada seluruh jajaran pemerintah desa.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp pada Selasa (28/7/2026), Hekatman menyampaikan harapan agar seluruh perangkat desa dapat kembali menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Terkait berbagai keluhan yang ada, tidak dipungkiri kita sama-sama mengerti akan kondisi hal itu. Namun bagaimanapun, kita telah memilih untuk mengabdi menjadi pelayan masyarakat,” ungkap Hekatman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *