Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Magetan

http://wartainspirasi.com, Magetan – Upaya Pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal, kali ini Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan kembali menggelar Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal.Acara yang juga dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Subani Guno Carito tersebut disambut antusias warga masyarakat.

Ket. Foto : Bupati Magetan, Suprawoto saat memberikan sambutan

Tak hanya itu, Sosialisasi Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut juga dimeriahkan dengan Penampilan Kesenian Reog Ponorogo “Singo Arum”, “Singo Agung Margo”, dan juga “Mukti Budoyo”, serta Hiburan Elektone Ajisokoo Music.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bupati Magetan Suprawoto didampingi Sekda Magetan Hergunadi, Kasatpol-PP Magetan Rudy Harsono, Narasumber dari Kantor Bea Cukai Madiun yang dihadiri langsung oleh Kepala Bea Cukai Madiun Iwan Hermawan, Forkopimca Plaosan dan juga seluruh elemen masyarakat.

Ket. Foto : Para tamu undangan yang hadir dalam gempur rokok Ilegal

Kegiatan yang dikemas dalam Talkshow tersebut berlangsung di Perempatan Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Minggu malam (13/08/23).

Dijelaskan Suprawoto, kegiatan semacam ini bukan berarti untuk mengajak masyarakat merokok, tetapi memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pencegahan peredaran rokok ilegal.

“Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini bukan untuk mengajak masyarakat untuk merokok, akan tetapi dengan adanya sosialisasi ini masyarakat diharapkan mampu mencegah peredaran rokok ilegal dan mengantisipasi efek negatifnya,” jelas Kang Woto, sapaan akrab Bupati Magetan.

Ditempat yang sama, Iwan Hermawan selaku Kepala Bea Cukai Madiun, mengaku akan terus melakukan upaya dalam rangka memberantas peredaran rokok ilegal.

“Kami akan senantiasa terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pencegahan peredaran rokok ilegal, Disamping itu masyarakat perlu memahami ciri-cirinya dengan mudah yakni 2P dan 2B, yang mana artinya Rokok dengan pita cukai Polos, Rokok dengan pita cukai Palsu, Rokok dengan pita cukai Bekas, dan juga Rokok dengan pita cukai Berbeda (Tidak sesuai peruntukannya),” tutupnya. (Mas/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *