Wartainspirasi.com — Diduga akibat Pemadaman Listrik yang dilakukan oleh PLN II WSJB Lembayung tidak menentu akhir-akhir ini, dan tanpa ada pemberitahuan membuat Ketua Umum (Ketum) Gerakan Cintai Lahat (GCL), Mahendra Reza Wijaya SH, angkat bicara disertai mengirim “Papan Ucapan ke-PLN Lahat isinya “TURUT BERDUKA CITA ATAS MATINYA PLN LAHAT”
Papan ucapan yang berukuran Panjang sekitar 3 Meter dan Lebar 1,5 Meter tersebut, bertengger didepan Pagar Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) II WSJB Lembayung, pada Sabtu (13/12/2025).
Menurut pria yang akrab disapa Mahendra ini menjelaskan, dirinya mengirim Papan Ucapan kepada PLN Lahat yang isinya “TURUT BERDUKA CITA ATAS MATINYA PLN LAHAT” dikarenakan, merasa sangat dirugikan oleh Pemadaman Listrik akhir-akhir ini.
“Dengan Pemadaman Listrik oleh Perusahaan Plat Merah tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat akhir-akhir ini, sangat merugikan. Khususnya, saya secara pribadi. Karena, bisnis yang kita jalani menjadi terhambat, mengakibatkan pelanggan memilih pergi,” ucap Mahendra dengan nada berapi-api.
Dan sambung Mahendra, yang mengalami kerugian itu, bukan hanya dirinya saja. Seperti, pemilik conter, tempat cukur rambut, rumah makan, penjual elektronik, dan perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Lahat.
“Siapa saja pasti emosi, kalau pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Selain itu, pemadaman sudah terlalu sering, sehingga, alat-alat Elektronik milik warga mengalami kerusakan, dan ditambah lagi masyarakat saat membayar Listrik membengkak dua sampai tiga kali lipat,” ujar Mahendra.
Tidak itu saja, Mahendra juga meragukan oknum-oknum pegawai PLN Lahat menganut kepercayaan apa. Sebab, pemadaman Listrik acap kali saat hendak mendekati Azan Ashar, Mag’rib, dan Is’ya.
“Benar, kalau sebelumnya, Listrik Padam hingga berjam-jam lamanya. Kalau masyarakat terlambat bayar Listrik dikenakan denda. Kalau Listrik kerap mati kita apakan PLN Lahat, apa harus kita demokan,” tutup Mahendra.
Hal serupa juga disampaikan Susi warga desa Manggul kecamatan Lahat yang Menggeluhkan akhir-akhir ini, pemadaman listrik sering terjadi. Padahal, katanya, tidak ada hujan, tidak ada petir, apalagi badai tiba-tiba Listrik Mati.
“Dampak dari seringnya Listrik Padam mengakibatkan, pembayaran Rekening Listrik membengkak. Kami sangat kesal pemadaman tersebut, sejak siang hari hingga tengah malam baru kembali hidup,” ucap Susi, seraya menambahkan, dirinya sangat mendukung kiriman Papan Ucapan ke-PLN Lahat tersebut.







