Wartainspirasi.com, Benteng – Pemerintah Desa Pondok Kubang, yang dipimpin oleh Kepala Desa Hasan Basri, mengadakan rembuk stunting, Selasa pada tanggal 30 Juli 2024.
Musyawarah ini dilaksanakan di tingkat desa dengan tujuan utama untuk mencegah stunting dan menurunkan angka gizi buruk di desa tersebut.
Acara ini melibatkan masyarakat setempat serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Bentiring, Jurniati SKM, beserta staf penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan bidan desa.
Kepala Desa Hasan Basri menegaskan bahwa rembuk stunting ini merupakan langkah strategis untuk menangani masalah gizi buruk, khususnya stunting, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kami berkomitmen untuk mengurangi angka stunting di desa ini melalui partisipasi aktif dari seluruh warga,” ungkapnya.
Acara ini menyoroti pentingnya penyusunan program intervensi yang spesifik dan sensitif terhadap masalah gizi buruk. Dalam diskusi, Jurniati SKM dari Puskesmas Bentiring menjelaskan bahwa pencegahan stunting memerlukan tambahan makanan bergizi, termasuk air susu ibu (ASI), sesuai dengan pedoman dari Dinas Kesehatan.
Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi sejak masa kehamilan hingga usia 24 bulan, dapat berdampak serius pada kesehatan anak baik sekarang maupun di masa depan.
Partisipasi masyarakat dalam rembuk ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program-program pencegahan dan penanggulangan stunting.
Penyuluh KB menjelaskan bahwa kekurangan nutrisi yang terjadi pada tahap awal kehidupan dapat mengakibatkan dampak jangka panjang, seperti gangguan kesehatan yang serius pada masa dewasa, termasuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Ciri utama stunting adalah tinggi badan anak yang jauh lebih rendah daripada standar usianya. Dengan adanya rembuk ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami isu stunting dan berperan aktif dalam upaya perbaikan gizi anak-anak di desa Pondok Kubang.
Melalui kerjasama dan komitmen bersama, diharapkan angka stunting di desa ini dapat ditekan dan kesehatan generasi mendatang dapat terjaga dengan baik. (Adv/Taufik)







