Wartainspirasi.com – Pemerintah Kabupaten Barru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan hewan dan ketahanan pangan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Pelapor Desa (PELSA).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem deteksi dini penyakit hewan yang berbasis informasi terpadu.
Bimtek yang dipusatkan di Baruga Pettu Adae, Gedung MPP Lantai 6, pada Kamis (11/12), dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Barru, Drs. Fariadi Abujahja, M.M., mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, para camat, pejabat teknis, serta seluruh petugas PELSA dari desa se-Kabupaten Barru.
Dalam sambutannya, Asisten II Fariadi Abujahja menegaskan bahwa pembangunan sektor peternakan adalah bagian vital dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan pentingnya peningkatan populasi dan produktivitas ternak untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, mendukung kesejahteraan peternak, dan menjaga kesehatan masyarakat veteriner.
Pemerintah daerah berharap, petugas PELSA di setiap desa dapat berperan sebagai “mata dan telinga” pemerintah, layaknya CCTV yang memantau kondisi kesehatan hewan secara real time.
Para petugas ini telah melalui mekanisme seleksi dan diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam penyuluhan dan pelaporan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru, Ir. Ahmad, M.M., menekankan bahwa validitas data kesehatan hewan sangat penting untuk menunjang keberhasilan peningkatan populasi, produksi, dan produktivitas ternak.
Ia berharap peserta Bimtek mampu melaksanakan tugas pelaporan secara aktif dan konsisten.
Adapun fokus utama Bimtek PELSA tahun ini meliputi:
Penguatan Layanan: Penetapan status kesehatan hewan di tingkat desa.
Optimalisasi Peran: PELSA sebagai garda terdepan pelapor penyakit hewan, termasuk penyakit prioritas.
Penyediaan Data: Informasi kesehatan hewan yang akurat untuk pemetaan dan pemutusan penyebaran penyakit.
Kabupaten Barru sendiri memiliki potensi peternakan yang besar, dengan populasi ternak mencapai:
Ternak Besar/Kecil: 32.275 ekor sapi, 4.954 ekor kambing, 1.197 ekor kuda, dan 21 ekor kerbau.
Unggas: 710.901 ekor ayam buras, 400.333 ekor ayam ras petelur, 362.057 ekor ayam ras pedaging, dan 131.431 ekor itik.
Selain penguatan kapasitas PELSA, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan penting bagi sektor pertanian daerah:
Benih Padi Mandiri untuk kebutuhan tanam di lahan seluas 4.000 hektare. Bantuan ini mendukung target Luas Lahan Tanam (LLT) nasional sebesar 31.084 hektare, di mana Barru telah mencapai 25.741 hektare (sekitar 95%).
Benih Jagung sebanyak 9.000 kg untuk lahan 360 hektare, yang diserahkan melalui aspirasi senator PKS bekerja sama dengan kementerian terkait, sebagai upaya percepatan peningkatan produksi pangan.
Dengan pelaksanaan Bimtek PELSA 2025, Pemerintah Kabupaten Barru optimis layanan kesehatan hewan akan semakin responsif, terintegrasi, dan mampu mendukung pembangunan peternakan serta ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah.













