Wartainspirasi.com — Program pembangunan infrastruktur pertanian yang menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden RI melalui Pemerintah Kabupaten Lahat diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, pelaksanaan pembangunan irigasi di Desa Lubuk Pedaro, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, justru mendapat sorotan Publik.
Proyek irigasi yang menelan dana sebesar Rp.767 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lahat tahun 2026, diduga dikerjakan tidak maksimal dan terkesan asal jadi.
“Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, mengingat pembangunan irigasi memiliki peran sangat penting dalam mendukung aktivitas pertanian, khususnya bagi petani yang menggantungkan kehidupan dari areal persawahan, ” Ujar Karmidi (42) salah satu masyarakat yang melintas dan mengerti infrastruktur bangunan, pada Selasa (18/8/2026)
Menurutnya, Irigasi bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi air menuju lahan persawahan, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat.
“Karena itu, proyek yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, “imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Lahat H Bursah Zarnubi menuturkan, Pemkab Lahat mempersilakan bagi semua lapisan masyarakat untuk menjadi kontrol dan melaporkan setiap pengerjaan proyek yang menggunakan APBD Lahat.
Apalagi saat ini Pemkab Lahat sambung Bursah Zarnubi, sangat serius dalam membangun daerah khususnya Irigasi persawahan yang menjadi salah satu Asta Cita pembangunan pusat dan daerah.
“Kita tidak mungkin bisa mengawasi satu persatu, karena ny peran masyarakat dibutuhkan jadi jangan takut melapor, di era saya tidak ingin FKPD selalu berpikiran tentang proyek karena satu rupiah pun harus dipertanggung jawabkan, ” tegasnya saat Musrenbang tingkat Kabupaten belum lama ini.







