Tebar 50 Ribu Bibit Ikan Nila, Desa Pondok Kelapa Gaungkan Lonceng Ketahanan Pangan 2025

Wartainspirasi.com – Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, secara resmi menggelar kegiatan penebaran 50 ribu ekor bibit ikan nila sebagai tanda dimulainya Program Ketahanan Pangan Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di lokasi kolam budidaya milik desa, yang terdiri dari lima unit kolam, dan di atasnya akan ditanam tanaman jagung dengan sistem pola hijau terpadu.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah, dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, antara lain perwakilan dari Kecamatan Pondok Kelapa melalui staf PMD, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas, BPD, Ketua Bumdes, serta perwakilan dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah. Awak media lokal juga turut hadir untuk meliput kegiatan perdana ini.

Dalam sambutannya, Alamsyah menegaskan bahwa kegiatan penebaran bibit ikan nila dan penanaman jagung ini merupakan program unggulan nasional dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

“Penebaran 50 ribu bibit ikan nila ini masih dalam tahap awal dan bersifat percobaan. Jika berhasil, program ini akan kami kembangkan lebih luas lagi,” tegas Alamsyah.

Ia juga menekankan peran penting Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai pengelola utama program. Bumdes diharapkan menjalankan tugasnya secara aktif, transparan, dan penuh tanggung jawab.

Alamsyah meminta dukungan dari seluruh pihak, termasuk fungsi pengawasan dari elemen masyarakat dan perangkat desa lainnya agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, Heriyansah, pelaksana lapangan dari Bumdes, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa sebanyak lima kolam telah disiapkan, masing-masing diisi dengan 10 ribu ekor bibit ikan nila.

Lahan untuk penanaman jagung di atas kolam merupakan tanah pinjam pakai dari warga yang telah disepakati penggunaannya.

Kegiatan ini menjadi titik awal dari rangkaian upaya Desa Pondok Kelapa dalam mendukung kemandirian pangan melalui integrasi sektor perikanan dan pertanian berbasis desa.

“Masa panen ikan bisa berkisar antara empat hingga enam bulan, tergantung kondisi pertumbuhan. Kami optimistis program ini dapat menjadi contoh nyata keberhasilan ketahanan pangan desa,” ujar Heriyansah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *