Kaur — Sejak Pelepasan mahasiswa KKN UNIB periode 97 yang dilakukan secara simbolis oleh Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E, M.Sc bersama para Wakil Rektor di halaman Gedung Rektorat UNIB pada Jumat pagi 1/7/22 yang lalu.
Dan untuk Kabupaten Kaur di tempatkan KKN Unib ini hanya di Kecamatan Maje dan Nasal dan salah satunya di Kecamatan Maje di Desa Linau.
Dimana di Desa Linau di tempatkan mahasiswa KKN Unib sebanyak 10 orang yang disebut Kelompok 253 Desa Linau, yaitu
Sebagai kordinator Muhammad Habil jurusan ilmu hukum, Rika Elvan Yulinda jurusan tehnik elektro , Eksari Lidia Novera pendidikan non formal.
Halima Tussadiya jurusan ilmu komunikasi , Monalisa Hasibuan jurusan proteksi tanaman , Cicin Riani jurusan pendidikan Guru PAUD. Leriza Marike jurusan manajemen , M. Adji Sembayu jurusan ilmu kelautan, N Ivan Fonsius Munthe jurusan tehnik elektro
Dan Heru Darmawan jurusan akutansi.
Salah satu kordintor mahasiswa KKN UNIB di linau Muhamad Habil mengatakan, 10 orang yang di tempatkan di Desa Linau dari berbagai jurusan dan sesuai dengan tema yang diusung pihak KKN UNIB priode 97 yaitu penanganan stunting, Desa wisata dan Desa Digital ,” ujar Habil, Sabtu (9/7/22) di Sekretariat KKN UNIB Desa Linau.
” Kita minta dukungan dan bantuan dari semua masyarakat yang ada di Desa Linau sebagaimana nantinya kita akan melakukan penelitian tentang Desa stunting dan itu kami perlu bimbingan juga dari semua pihak.
Tentang wisata yang ada di Kaur khusus di Desa Linau potensi wisata yang menarik yang patut kita kagumi ,dengan laut indah dengan pantai yang sejuk di sini secara kasat mata pesona alam nya sangat membuat orang nyaman, hal ini mesti kita gali dengan potensi yang sudah mendukung.
Termasuk desa digital nantinya Kita mungkin mengundang pihak dinas terkait untuk sama- sama belajar agar di desa itu Dapat mengakses semua kegitan dengan melalui webs desa apa lagi di desa ini jaringan internet nya sangat mendukung ,” sampai Habil.
Kita selalu siap berbaur dengan masyarakat ,baik mengadakan Gotong royong bersama Karang Taruna dan lain-lain dengan didukung oleh masyarakat dan Pemerintah di sini kita merasakan seperti keluarga sendiri,” tambah M. Aji.
Sementara Kepala Desa Linau mengatakan dengan adanya KKN sangat bermanfaat sekali tentunya bisa dirasakan oleh masyarakat Desa Linau seperti KKN juga sebaliknya dari pihak KKN banyak sekali manfaat yang di dapat untuk mahasiswa itu sendiri.
Misalnya saja adalah mahasiswa dapat tahu bagaimana cara berinteraksi yang benar di tengah tengah masyarakat yang tentu memiliki kepribadian berbeda. Hal ini sedikit banyak bisa mengajarkan mereka untuk belajar bagaimana cara berkontribusi kepada bangsa nantinya setelah lulus.
Selain itu, ada banyak lagi hal yang bisa dipelajari oleh mahasiswa seperti sesuatu tentang keramah tamahan, kesederhanaan, gotong royong dan tentu rasa saling tolong menolong, ” ujar Kades.
Dengan adanya anak-anak KKN Ini semoga banyak nilai positif dan bisa membantu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya.
Dimana KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah once in a life time experience atau menjadi pengalaman sekali seumur hidup, semoga kegitan ini membawa mereka untuk mandiri yang mana mungkin di rumah selalu nyaman yang selama ini didapatkan dari orang tua atau lain sebagainya.
KKN justru akan membuat mahasiswa sadar bahwa ada ‘kehidupan lain’ diluaran sana yang bisa mereka rasakan, dan KKN di Desa Linau ini pihak Pemerintah Desa menggratiskan tempat tinggal untuk kelompok KKN Unib dan kita selalu mengarahkan agar bisa mengikuti adat dan budaya yang ada di desa kita.
Mudah-mudahan sepulangnya anak-anak KKN Unib nanti mereka mendapatkan penilaian yang sempurna dan Desa Linau tetap untuk dikenang dengan baik oleh mereka,” terang Ispi Yulidarmin.
(Marjhon)










