Wartainspirasi.com, Benteng – Ratusan hektare lahan persawahan yang sebelumnya digunakan untuk pertanian padi di Desa Sri Kuncoro dan Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, kini beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.
Kondisi ini menarik perhatian media karena dapat berisiko terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dalam pantauan media ini, perubahan fungsi lahan tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Sebelumnya, lahan tersebut digunakan oleh petani untuk menanam padi dengan pola penanaman hijau.
Namun, kini banyak lahan yang sudah diubah menjadi kebun kelapa sawit yang lebih menguntungkan bagi sebagian petani.
Romadan, Kepala Desa Sri Kuncoro, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis, 19 Maret 2025, membenarkan bahwa banyak lahan persawahan di desa tersebut telah beralih fungsi.
“Sebelumnya, lahan ini ditanami padi, namun sekarang banyak yang sudah beralih ke kelapa sawit,” ujarnya.
Peralihan fungsi lahan ini, menurut Romadan, disebabkan oleh kurangnya sumber air yang memadai untuk kebutuhan pertanian.
Selama ini, petani di kedua desa tersebut sangat bergantung pada air hujan, sehingga pada musim kemarau, hasil pertanian padi tidak dapat diandalkan.
Akibatnya, banyak petani beralih menanam kelapa sawit sebagai tanaman tahunan yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
Selain itu, Romadan juga menambahkan bahwa lahan persawahan tersebut sebenarnya sudah pernah diusulkan untuk mendapatkan irigasi dari pemerintah pusat.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi irigasi tersebut.
“Kami sudah mengajukan irigasi untuk mengatasi masalah kekurangan air, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tuturnya.
Lahan persawahan yang dulunya merupakan sumber pangan dengan hasil panen padi setiap empat bulan, kini beralih menjadi kebun kelapa sawit.
Perubahan ini sangat disayangkan, mengingat ketahanan pangan yang bergantung pada hasil padi semakin terancam.
Minimnya perhatian dari pihak terkait terhadap pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu penyebab utama terjadinya alih fungsi lahan.
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah segera memperhatikan dan mengatasi masalah ini.
Mereka meminta agar keberlanjutan sumber air untuk pertanian menjadi prioritas, demi mengantisipasi berlanjutnya alih fungsi lahan yang dapat merugikan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Pewarta : Mustika







