Bupati Lahat Sidak Lokasi Perikanan di Sejumlah Kecamatan

Wartainspirasi.com – Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, SE., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi perikanan dan proyek pembangunan fasilitas perikanan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat pada Rabu (24/12/2025).

Kegiatan maraton ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan fisik serta mengevaluasi potensi sektor perikanan sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran Kepala OPD, termasuk Kadis Perikanan, Kadis PUPR, Ka. Bappeda, Kadis Kominfo, Kasat Pol-PP, serta Camat setempat.

Mengawali inspeksinya di Tebat Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai, Bupati mengungkapkan kekecewaannya.

Meski kontraktor menargetkan progres 80 persen pada akhir Desember, kondisi fisik bangunan di lapangan ditemukan sangat memprihatinkan.

“Saya sangat menyayangkan hasil pekerjaan ini. Ditemukan kondisi bangunan yang amblas, retak, bahkan hancur. Diduga pengerjaannya tidak menggunakan besi yang sesuai standar, sehingga bangunan ini tidak akan bertahan lama,” tegas Bursah Zarnubi saat mengevaluasi lokasi pembangunan.

Berlanjut ke Tebat Payang di Desa Mengkenang, Kecamatan Mulak Ulu, Bupati menekankan bahwa sektor perikanan adalah program strategis untuk mencapai swasembada pangan.

“Kabupaten Lahat memiliki potensi 120 hektar lahan perikanan. Jika dikelola optimal, dampaknya luar biasa. Bayangkan jika setiap hektar diisi 500 ribu ekor ikan, ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat secara masif,” ujarnya optimis.

Di Desa Sukarami, Kecamatan Kota Agung, Bupati meninjau pembangunan Balai Benih Ikan (BBI). Fasilitas ini berdiri di atas lahan 50 x 75 meter dengan total 13 petak kolam yang dirancang khusus untuk pembenihan ikan air tawar.

Bupati menegaskan agar fasilitas ini disempurnakan supaya berfungsi maksimal dalam memasok bibit unggul bagi para pembudidaya ikan di seluruh Kabupaten Lahat.

Rangkaian inspeksi berlanjut ke Kecamatan Pajar Bulan, mencakup tiga lokasi strategis:

  • Tebat Besak (Desa Kota Raya Lame): Bupati mengapresiasi potensi lokasi ini yang tidak hanya untuk perikanan, tapi juga layak dikembangkan menjadi objek wisata desa. Dalam kesempatan ini, Pemkab menjanjikan bantuan bibit ikan bagi masyarakat.

  • Desa Benua Raja: Peninjauan lokasi survei perikanan baru.

  • Desa Bantunan: Bupati menilai kawasan ini sangat potensial namun memerlukan penataan dan pembersihan lahan agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Menutup rangkaian kunjungan, H. Bursah Zarnubi kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan dari pinggiran.

Menurutnya, desa adalah pondasi negara yang selama ini sering terabaikan dalam pembangunan nasional.

“Konsep kita jelas: Menata Kota, Membangun Desa. Persoalan kemiskinan dan pengangguran ada di desa. Itulah mengapa kita fokus pada sektor riil seperti perikanan agar masyarakat desa berdaya secara ekonomi,” pungkasnya di hadapan warga Desa Bantunan.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi bersama warga Desa Bantunan sebagai bentuk pendekatan personal pimpinan daerah kepada masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *