Lumbung Energi, Bertahun-tahun Tiang Listrik di Desa Segamit Menggunakan Bambu

Wartainspirasi.com — Ratusan warga Kampung Dusun III (Kampung Sawah), Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, meminta Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN/Persero) dan Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan pemasangan tiang listrik permanen di kampungnya.

Mirisnya, tiang listrik yang digunakan untuk sebagai tiang penyangga Jaringan Tegang Menengah (JTM) milik PLN masih darurat dengan menggunakan tiang dari bambu sehingga sangat semrawut dan berpotensi membahayakan bagi masyarakat setempat.

“ Saat ini warga selalu patungan dan bergotong royong demi membeli tiang besi dan tiang bambu tersebut demi menikmati penerangan listrik agar tetap mengalir ke rumah-rumah warga,” terang Surman Tambunan warga Desa Segamit.

Menurut Surman, bahwa dirinya bersama beberapa warga lainnya sudah sering mengusulkan pengadaan tiang listrik kepada PT. PLN (Persero) dan Pemkab Muara Enim melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk mengganti tiang bambu dengan tiang permanen berupa tiang besi atau beton namun sampai sekarang belum terealisasi.

Warga merasa khawatir jika musim penghujan tiba karena kalau tiang penyangga dari bambu lama kelamaan akan lapuk termakan usia, sehingga dipastikan tidak akan kuat menahan terjangan hujan dan angin, tentunya akan memutus aliran listrik bahkan bisa membahayakan masyarakat.

Kalau musim hujan agak takut, sebab pernah ada tiang yang patah dan nyaris menimpa warga padahal, tarif listrik sudah naik akan tetapi fasilitas di lapangan tidak ada peningkatan. Akibatnya, warga patungan membeli tiang pipa besi namun karena biayanya mahal tentu tidak bisa seluruhnya, sedangkan panjang jalur yang belum ada tiang listrik sekitar 2,5 km.

Sedangkan aliran listrik tersebut mengaliri sekitar 150 KK, 2 Masjid, 1 SMA IT dan 1 Ponpes di Dusun III, Desa Segamit, tapi sayangnya masih sering byar pyet dan tegangannya masih sekitar 170 volt. Selain itu, di desanya ada juga PLTMH, yang pemeliharaan gotong royong tetapi tegangan listriknya sekitar 90 volt.

“Kita baru mampu beli tiang besi 4 unit, sedangkan tiang yang diperlukan puluhan unit lagi,” keluhnya.

Hal senada dikatakan Jumadil (25), warga Desa Segamit, bahwa permasalahan tiang listrik dari bambu tersebut sudah cukup lama mungkin sudah sekitar 4 tahun, bahkan sudah beberapa kali diusulkan warga baik ke PT. PLN (Persero), Pemkab Muara Enim maupun DPRD Muara Enim namun sampai sekarang masih Nihil.

Padahal sudah dilihat sendiri oleh Gubernur, Pemkab Muara Enim saat kunjungan panen raya dan akan secepatnya direalisasikan namun sampai saat ini belum ada juga penggantian tiang listrik permanen ini seharusnya jadi PR penting bagi Pemkab Muara Enim agar tidak dibiarkan saja seperti ini,” harapnya. (Ali)