Kaur — Dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi oleh Pemerintah, tentu banyak warga mengeluhkan akan berdampak terhadap kenaikan bahan pokok lain meskipun kebijakan Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai selama 4 bulan dengan jumlah Rp. 600 ribu terhitung mulai bulan September akhir 2022.
Akan tetapi dampak BBM naik ini saat ini sudah dirasakan masyarakat kurang mampu sebab Dana BLT yang direncanakan Pemerintah belum terealisasi.
Kapolsek Maje Polres Kaur hari, Rabu (7/9/22), mendatangi dan menyantuni warga Maje yang kurang mampu, Polsek Maje membantu warga berupa Gula, Telor, Minyak Goreng, Mie instan, Sarden dan Susu.
Adapun bantuan ini langsung diserahkan ke rumah-rumah warga yang di data kurang mampu yaitu Muhammad Azam (6) yatim piatu warga Desa Tanjung Baru, Basirun (65 ) petani Desa Suka Menanti, Siti (46 ) Swasta Desa Suka, Manson ( 45 ) Tani Desa Tanjung Baru dan Liwa (42 )Tani Desa Tanjung Beringin.
Kapolres Kaur, AKBP Dwi Agung Setyono SIK,MH melalui Kapolsek Maje IPDA Carles Ependi S.Sos dikonfirmasi membenarkan bahwa Polsek Maje Polres Kaur memberikan bantuan sembako kepada warga Maje yang terdampak adanya kenaikan.
Polsek Maje dibantu oleh Bhabinkamtibmas
Brigpol Didik Kurniawan dan anggota lain Kanit Provos Aiptu Nurwijayawan, Kasium Aipda Surip Hadiyanto , Ka jaga Regu 111 Aipda Y.A. Zega, S. Sos dan banit Intel Briptu Andre Willian,” sampai Kapolsek .
Semoga apa yang di bantu kan kepada warga yang terdampak BBM naik ini dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga nya ,” ujar Carles. (Marjhon)








