Wartainspirasi.com, Magetan — Sebagai ungkapan rasa syukur warga masyarakat kepada Tuhan Yang Maha ESA atas melimpahkan hasil bumi, Dua Desa di Kecamatan Panekan yakni Desa Bedagung dan Desa Ngiliran sukses menggelar Tradisi Dawuhan atau yang lebih dikenal dengan Istilah Bersih Desa, Bertempat di Sumber Mata Air Molang, Kecamatan Panekan, Selasa (20/12/22).
Dalam pelaksanaannya, tradisi bersih desa tersebut digelar dalam berbagai kegiatan diantaranya pembagian (rebutan) tumpeng gunungan hasil bumi berisikan sayur-mayur dan buah-buahan sejumlah 26 tumpeng, penyerahan bantuan pembinaan, penyerahan batik khas, doa bersama, dan juga taburan ke sumber mata air sebagai tanda syukur warga masyarakat kepada leluhur. Antusias warga masyarakat terlihat saat warga berbondong-bondong memenuhi lokasi bersih desa yakni Sumber Mata Air Molang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bupati Magetan Suprawoto yang diwakili oleh Winarto, S.SN yang merupakan Staf Ahli bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kadin PPKB PP & PA Kabupaten Magetan Furiana Kartini, Forkopimca Panekan, Kepala Desa Bedagung Barno, Tokoh Masyarakat, dan juga seluruh warga setempat.
Saat dikonfirmasi awak media, Camat Panekan Dicong Maleleh S.STP, M.Si, menjelaskan, kegiatan bersih desa tersebut merupakan event tahunan yang dilaksanakan setahun sekali yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Hari ini kami laksanakan tradisi Dawuhan atau Bersih Desa di Sumber Molang, yang di ikuti oleh Dua Desa yakni Desa Bedagung dan Desa Ngiliran. Disamping itu, nanti juga akan dilaksanakan Launching Batik Khas Desa Bedagung yakni Batik Mawar,” ujarnya.
Menurutnya, Tradisi Bersih Desa tersebut diharapkan mampu menjadi event tahunan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan daerah maupun luar daerah.
“Untuk Pengrajin Batik di Kecamatan Panekan sendiri ada 5 Desa, yakni Desa Terung, Desa Cepoko, Desa Wates, Desa Turi, dan untuk Batik Mawar sendiri merupakan Batik Khas Desa Bedagung,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Bedagung, Barno menyampaikan, “Ini merupakan salah satu upaya kami dalam menguri-nguri (melestarikan) budaya Jawa dan juga sebagai ungkapan wujud syukur kami kepada Tuhan Yang Maha ESA atas hasil tani yang melimpah,” ungkapnya dengan nada senang.
Sebagai informasi, Batik Mawar sendiri merupakan Batik Khas Desa Bedagung yang mana dalam pembinaannya dilakukan oleh Dinas PPKB PP & PA Kabupaten Magetan sejak tahun 2018, dan dikerjakan oleh Anggota PIK-R serta Kader Dinas tersebut. (Mas)







