Wartainspirasi.com, Kaur | Dalam rangka survey program stunting dan Perkim untuk mengatasi kemiskinan dan stunting hari ini tim survey dari Kementerian PUPR RI telah turun ke desa-desa yang akan di bangun dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Cipta Karya serta drainase atau MCK.
Berkolaborasi dari Dinas dan Instansi terkait maka apa yang diharapkan dalam program pengentasan kemiskinan dan kesehatan dapat di atasi bersama.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh warga Desa Sumber Harapan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur sebab tamu yang hadir di Desanya merupakan tamu kehormatan dan sangat jarang terjadi apalagi tujuan tamu ini adalah untuk membantu kesejahteraan masyarakat Desa Sumber Harapan umumnya di Kecamatan Nasal.
Sebelum menuju kediaman Kepala Desa Sumber Harapan Bapak Eko Ade Saputra, pihak tamu di sambut dengan Persatuan Pencak Silat warga Sumber Harapan lalu diadakan pengalungan bunga oleh Kepala Desa, Babinsa dan tokoh masyarakat.
Dalam penyampaian Camat Nasal Erliza Feryanti S. Sos, terimakasih atas kedatangan dari pihak rombongan Kementerian PUPR dan Dinas Perkim Kaur, Bappeda, Dinas PUPR dan seluruh Dinas terkait lainnya.
Ikut membantu mensukseskan program bantuan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Nasal dari beberapa jumlah Kecamatan di Kaur kami bangga Kecamatan Nasal yang banyak mendapatkan bantuan program BSPS dari Kementerian PUPR dan Dinas Perkim.
” 3 Desa jumlah BSPS yang akan di survey berjumlah 566 unit rumah warga akan di bugar dan di bantu dengan perbaikan agar layak huni dan semua atas kerja sama dan perjuangan Kepala Desa serta Dinas terkait lainnya di Kaur mudah-mudahan dari jumlah yang diharapkan akan sesuai dan masuk dalam kajian tim survey lokus ,” ujar Camat Nasal.
Sementara keterangan didapat dari pihak Kementerian PUPR Muhamad Subhan selalu direktorat rumah swadaya PUPR RI kajian dari tim survey nanti melihat bagaimana Keadaan Air bersih di sekitar drainase dan mcknya serta rumah tidak layak huni yang dimaksudkan dan anggaran untuk perunitnya tahun 2022 sebesar Rp. 20,000,000.
Dimana Rp. 2,500.000 untuk upah tukang dan Rp. 17,500,000 untuk pembelian material terpenting kata Subhan warga akan siap berswadaya untuk membangun rumahnya sendiri supaya dengan dana yang di targetkan bisa merubah rumah warga menjadi rumah layak huni ,” sampai Direktorat PUPR. (Marjhon)













