Kaur — Pada awal perencanaan di anggaran belanja desa (APBDes) Sumber Harapan Kecamatan Nasal kabupaten kaur tahun 2022 ini untuk dana ketahanan pangan 20 persen dari dana desa pemerintahan desa sumber harapan telah merencanakan pembuatan Jambat untuk menuju pertanian dengan volume jambat lebar 4 meter dan panjang 6 meter serta di desain platdeuker.
Namun dengan adanya kenaikan Matrial yang mencapai hampir 100 persen dan kenaikan pajak pertambahan nilai ( PPN ) menjadi 11, persen dan PPH 1,5 persen dengan total 12,5 persen maka sangat di ragukan bangunan jembatan akses pertanian masyarkat tidak selesai ,dan bisa menimbulkan masalah dari pada menjadi masalah dan bangunannya tidak selesai maka hari ini di kediaman Kepala Desa Eko Adesyah Putra melaksanakan musyawarah dalam perubahan Apbdes ketahanan pangan untuk mencari langkah pasti dalam perencanaan ketahanan pangan yang akan direvisi.
Hadir dalam musyawarah APBDes, Pendamping lokal desa Harmini, Pendamping theknik desa Sajiman ST
Pendamping kecamatan Sandy loper skm, Ketua BPD Riki Andi Wardana dan wakil ketua Angga Purnomo aji, Kapolsek Nasal AKP Pedi Setiawan SH MH., Bhabinkamtibmas Aipda Adi Haryanto, Tokoh masyarakat Kadir, Erwanto. Toko adat Wariman, muji hartono, Tokoh Agama ,matory ketua RT Budi , Kepala dusun Hapis dan Misdianto, Tukimin , turus Budiono , serta ikut seluruh 9 ketua RT.
Dalam kesimpulan Musyarawah perubahan APBDes disepakati bersama oleh BPD dan masyarakat adalah budidaya ikan lele, pertanian perkebunan Jagung.
Di penghujung Acara ,kepala desa Sumber harpan Eko Adesyah putra , menyampaikan , bahwa setelah di sepakati revisi APBDes ini maka saya berharap kepada ketua BPD dan anggotanya, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT dan kepala dusun supaya dapat menyampaikan ke masyarakat luas terkhusus kepada masyarakat sumber harapan bahwa untuk Apbdes awal sudah dibatalkan dan ditunda pembangunannya semoga tahun depan kita akan musyawarahkan lagi jika itu disepakati maka kita akan tuangkan ke RAPBDes tahun depan,” ujar Putra.
Dan ia sampai bahwa untuk anggaran ketahanan pangan tahun 2022 ini kita sudah ketahui bersama di dalam kesepekatan dan telah di tuangkan di berita acara , maka kesimpulan nya Pertanian Jangung dan Budidaya ikan Lele, Alhamdulilah untuk kolam kita sudah tersedia dan siap untuk difungsikan begitu juga lahan pertanian jagung sesuai dengan jumlah anggaran yang ada di 20 persen desa juga sudah siap lahannya untuk dipakai,” terang Kades. (Marjhon)










