Aroma Bobrok Proyek Taman Tabut Kota Bengkulu

Wartainspirasi.com – Aroma tidak sedap menyeruak dari proyek pembangunan Taman Tabut Kota Bengkulu. Proyek yang diduga menelan anggaran hingga miliaran rupiah ini kini kondisinya memprihatinkan.

Meski kalender kerja telah melewati batas kontrak Desember 2025, fisik bangunan justru tampak seperti barang rongsokan sebelum sempat dinikmati warga.

Pantauan media ini di lapangan pada Jumat (16/1/2026) menyuguhkan pemandangan keretakan struktur di sejumlah titik beton, genangan air yang mengindikasikan gagalnya sistem sanitasi, hingga instalasi kabel listrik yang tertanam acak-acakan.

Kabel-kabel tersebut menyembul ke permukaan dan diduga kuat melanggar spesifikasi (spek) teknis keamanan, yang sewaktu-waktu dapat mengancam nyawa pengunjung.

Ketidakmampuan kontraktor menyelesaikan pekerjaan tepat waktu meski telah masuk masa addendum (perpanjangan waktu) memicu pertanyaan besar.

Publik kini mempertanyakan taji Dinas PUPR Kota Bengkulu dalam mengawasi uang rakyat.

“Proyek ini gagal total secara estetika dan kualitas. Nilainya miliaran, tapi pengerjaan beton dan urusan kabel saja tidak baik. Pertanyaan besar, kenapa proyek ini tidak selesai tepat waktu, ini jelas bentuk kegagalan pengawasan yang sangat fatal,” cetus warga yang enggan disebutkan.

Ruang lingkup kerja yang mencakup keselamatan, pengerjaan beton, hingga sanitasi terlihat jauh dari standar profesional.

Namun, upaya untuk mendapatkan penjelasan dari pemangku kebijakan justru menemui tembok tinggi.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bengkulu, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp pada Jumat (16/1/2026), memilih jurus bungkam.

Hingga berita ini dipublikasikan, tidak ada satu patah kata pun penjelasan resmi dari dinas terkait perihal keterlambatan dan kerusakan fisik proyek ini.

Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum dan inspektorat untuk membongkar dugaan adanya kelalaian atau praktik maladminstrasi yang merugikan keuangan daerah.

Jika dibiarkan, Taman Tabut bukan menjadi ikon kebanggaan, melainkan simbol kegagalan pembangunan di Kota Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *