Pewarta Deri Zulian
Wartainspirasi.com, MUARA ENIM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru beserta Kapolda dan Danrem 404 Gapo Brigjen Agus Jauhari dengan didampingi Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah, S.H., dan Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Erwin Iswari serta Kapolres Muaraenim AKBP Doni Eka Saputra
Tinjau lokasi kejadian tanah longsor di area pertambangan batubara ilegal, Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung yang menewaskan 11 orang warga.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi dan meminta warga untuk menghentikan kegiatan penambangan ilegal, Dirinya berharap kejadian ini dapat dijadikan momentum untuk sama-sama introspeksi diri, baik pemerintah maupun warga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Gubernur menerangkan, bahwa Pemprov. Sumsel telah melakukan upaya penertiban tambang ilegal dengan membentuk satuan tugas khusus, termasuk didalamnya Pemkab. Muara Enim.
” Kita akan bentuk satgas, dan Satuan khusus dalam bersama Pemkab Muara Enim, TNI dan Polri memberantas terhadap tambang Batu Bara ilegal, tidak ada kompromi, akan kita tindak, ” Tegas nya HD.
Sementara itu Plt. Bupati Muara Enim H Juarsah SH menerangkan bahwa Pemkab. Muara Enim telah berulang kali inspeksi dan menertibkan penambangan ilegal, termasuk memperingati warga, namun karena dianggap ladang rezeki yang mudah, beberapa oknum warga masih tetap meneruskan kegiatan ini.
Menurutnya selama tidak memiliki izin usaha dan tidak menerapkan standar keamanan yang benar, maka kegiatan tersebut adalah ilegal.
Selain itu pula lanjutnya Ia menyampaikan bahwa Pemkab Muara Enim dengan menggandeng kepala desa dan tokoh masyarakat kerap menyosialisasikan bahaya dari aktivitas ilegal ini, namun nampaknya masih kurang disadari beberapa warga.
” Kita sepakat dengan keputusan Gubernur untuk menghentikan kegiatan ini, tidak ada kompromi kita tutup, dan menyerahkan penyelidikan maupun proses hukumnya kepada pihak Kepolisian sebagai aparat yang berwenang,” Tegas Juarsah.
Terpantau Rombongan-pun melanjutkan kunjungannya ke rumah duka di Desa Tanjung Lalang yang tak jauh dari lokasi. Gubernur dan Plt. Bupati menyerahkan santunan kepada para ahli waris dan menyampaikan rasa dukacitanya atas kejadian tersebut.
Gubernur berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran, terutama warga sekitar untuk berhenti melakukan penambangan ilegal. Dirinya mengakui keadaan ini memang sebuah dilema karena menjadi sumber kehidupan warga, namun disisi lain menyalahi aturan dan membahayakan jiwa maupun lingkungan.
Kedepan Gubernur akan memastikan kegiatan penambangan ilegal ini dihentikan sampai adanya regulasi yang tepat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.







