WARTAINSPIRASI.COM, KAUR – Giat Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Tanjung Kemuning sepakat untuk mendatangi Warem yang ada di Desa Sulawangi, namun sebelum bergerak, sebanyak 20 orang Kepala Desa (Kades) telah berkumpul di Kantor Camat Tanjung Kemuning untuk berkoordinasi terkait rencana kegiatan aksi mereka.
Selain itu Kades juga menyampaikan kepada aparat hukum di Polsek Tanjung Kemuning dan Koramil 408-02 Kaur Utara atas rencana Kades tersebut. Dan selanjutnya para Kades bergerak sekitar pukul 12.00 WIB untuk menuju lokasi Warem.
Para Kades rencana akan menjadwalkan untuk menempatkan anggota Linmas mereka setiap malam dikawasan Warem. Nantinya, setiap desa mengirim anggota Linmas untuk melakukan pengawasan di lokasi Warem.
Hal ini akibat sangat gerah dengan aktivitas Warung Remang-Remang di Desa Sulawangi Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, seluruh Kades se-Kecamatan Tanjung Kemuning akhirnya sepakat mendatangi warem-warem yang diduga menjadi tempat prostitusi pada Selasa,(19/10/2021).
Atas Kedatangan Kades menimbulkan rasa kaget dan cemas pengelolah Warem yang berhasil ditemui. Para Kades meminta pemilik Warem untuk menutup usahanya dengan sukarela. Karena sudah sangat meresahkan masyarakat, para Kades mengingatkan jika pengusaha Warem tidak mau menutup Warem maka Kades akan mengerahkan masyarakat untuk menutup paksa segala bentuk hiburan malam di wilayah tersebut.
Setiap desa mengirim anggota Linmas untuk melakukan pengawasan di lokasi Warem. Dikutip dari sumber media yang terpercaya bahwa Camat Tanjung Kemuning, Roliansyah, S. Sos mengatakan, aksi para Kades ini dipicu dengan rasa kesal terhadap para pemilik Warem. Pasalnya, banyak anak remaja dan keluarga yang hancur akibat sering datang ke Warem.
“Pemerintah kecamatan mendukung dan mengapresiasi aksi para Kades ini. Dengan harapan, ada efek positif bagi pemilik Warem,” ujar Camat.
Terpisah, Kapolsek Tanjung Kemuning, Iptu Pedi Setiawan, SH melalui Kanit Binmas, Aipda Meridian, S. Sos mengatakan, Polsek siap mengamankan kegiatan para Kades di Warem Desa Sulauwangi dan Padang Tinggi.
“Polsek siap mengamankan aksi para Kades ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat aksi mendatangi Warem,” ujar Meridian.
Terpisah, Danramil 408-02 Kaur Utara, Kapten Inf Edi Setiawan mengatakan, Koramil siap membantu dalam pengamanan aksi Kades menggeruduk Warem. Tujuannya, tentunya aksi ini membantu pemerintah menutup Warem yang selama ini sudah dilakukan oleh pemerintah.
“Kita dari Koramil 408-02 Kaur Utara siap melaksanakan pengamanan aksi Kades se-Kecamatan Tanjung Kemuning di Warem Desa Sulawangi,” ujarnya.
Ketua Forum Kades Tanjung Kemuning, Jaya Wardhana menyampaikan kepada pengelola maupun wanita pekerja Warem, agar tidak lagi membuka usaha Warem dan tidak melayani pengunjung.
“Kami akan bergerak tegas menutup Warem ini jika masih beroperasi. Hari ini, bentuk persuasif dan jika tidak diindahkan maka akan ditindak tegas. Jangan sampai, masyarakat yang bertindak,” ujar Jaya Wardhana.
Salah seorang pemilik kost khusus wanita pekerja Warem, Diswan (57) mengatakan, bahwa mayoritas penghuni atau yang ngontrak rumah kost ini adalah berasal dari pekerja Warem.
“Kami hanya membangun kost bagi masyarakat. Tidak hanya dikhususkan bagi wanita pekerja Warem namun juga bagi masyarakat umum lainnya juga,” ungkapnya. (Pz)







