Wartainspirasi.com, Minsel — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M turun langsung meninjau lokasi bencana yang ada di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara, Jumat (17/6).
Fenomena alam yang menimbulkan bencana di pesisir pantai Amurang pada hari Rabu yang lalu telah dikonfirmasi sebagai bencana alam skala nasional.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung ke lokasi bencana guna memastikan besaran kerugian harta benda serta memastikan penyebab terjadinya bencana alam tersebut. Selain itu juga Suharyanto melihat kondisi para korban bencana yang telah mengungsi di sejumlah posko yang telah disediakan.
Pada kesempatan itu juga Letjen TNI Suharyanto yang didampingi Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW) menyerahkan secara simbolis bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp.500 juta kepada Pemerintah Kabupaten Minsel yang diterima langsung oleh Bupati FDW.
Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, bantuan tersebut diperuntukan untuk membantu percepatan penanganan darurat bencana yang diperkirakan disebabkan oleh abrasi pantai yang melanda dua kelurahan tersebut. Dia juga memastikan, warga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut akan direlokasi.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk lahan relokasi sementara disiapkan Kementerian ATR/BPN sambil menunggu kami juga tetap memantau langsung untuk memastikan tahap-tahap penanganan bencana ini berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Suharyanto.
Suharyanto menyebutkan bahwa, berdasarkan update data sampai saat ini sudah ada 41 rumah yang terbawa air. “Juga dari hasil tinjau lapangan secara langsung, memang kondisinya masih belum aman. Tapi atas kesigapan dari pemerintah daerah aparat TNI-POLRI di sana sudah dijaga mudah-mudahan dalam masa tanggap darurat ini bisa teratasi,” harapnya.
Soal penyebab terjadinya bencana, sebut Kepala BNPB memang masih sementara diselidiki. “Jadi kami belum bisa pastikan ya, ini perlu kajian penelitian dari ahli, tapi dari Kementerian PMK nanti yang akan segera datang ke sini mencari penyebab yang pasti seperti apa,” pungkas Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Disisi lain Bupati FDW menanggapi terkait relokasi, Pemkab Minsel akan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar bisa direlokasi.
“ Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan akan lakukan upaya persuasif dengan masyarakat yang terdampak. Kami akan berikan edukasi dan jalin komunikasi untuk memperjelas tentang resiko yang akan dialami masyarakat, supaya mereka sadar, dan mau mengikuti kebijakan pemerintah untuk direlokasi,” (Onal Mamoto)













