Wartainspirasi.com – Puluhan kilometer jalan penghubung antardesa di wilayah Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kondisi ini memicu keluhan mendalam dari warga setempat yang mendesak pemerintah pusat untuk segera memprogramkan perbaikan demi memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil komoditas pertanian menuju sentra pasar.
Berdasarkan pantauan Tim Media di lokasi hingga penghujung Juni 2026, ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah berada di jalur penghubung perkampungan Lawalawa Luo, Desa Tanoniko’o, menuju Desa Damai arah Desa Umbu Nasi, Kecamatan Gomo. Panjang jalan yang rusak di jalur tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 15 kilometer.
Kerusakan infrastruktur ini terlihat sangat kontras dan menyulitkan mobilitas warga. Berikut beberapa poin kondisinya:
Material Aspal Mengelupas: Lapisan penetrasi aspal lama telah mengelupas total di berbagai titik.
Batu Dasar Berserakan: Bongkahan batu besar yang menjadi fondasi dasar perkerasan bangunan lama kini berai dan membentuk lubang-lubang dalam.
Akses Kendaraan Terhambat: Pengendara roda dua maupun roda empat kerap mengalami kesulitan, terutama saat melintasi jalur tanjakan. Tidak jarang kendaraan warga mogok di tengah jalan akibat terjebak lubang.
Kondisi memprihatinkan ini tidak hanya mengganggu urusan logistik, tetapi juga membebani anak-anak sekolah yang harus berjalan kaki menerjang akses yang rusak.
Jalan ini merupakan urat nadi bagi ribuan jiwa dari beberapa desa untuk beraktivitas ekonomi, serta akses satu-satunya bagi pelajar tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah (SMA).
“Kami bersekolah di SMA Negeri Gomo. Untuk pergi dan pulang, kami harus melintasi jalan rusak ini sepanjang sembilan kilometer setiap hari. Dampaknya kami cukup letih dan capek, sehingga kami sangat berharap Pak Presiden Prabowo memperhatikan kondisi jalan di pedalaman ini,” ungkap Yohana Eka Anastasia Telaumbanua, salah seorang siswa setempat saat diwawancarai di lokasi.
Selain sektor pendidikan, dampak ekonomi yang dirasakan warga meliputi:
Terganggunya Distribusi Komoditas: Akses hasil pertanian dan peternakan warga menuju sentra pasar di Telukdalam dan Kota Gunungsitoli menjadi terhambat.
Lonjakan Biaya Transportasi: Tingginya risiko perjalanan memicu pembengkakan biaya perongkosan angkutan yang sangat membebani kantong warga dan pengguna jasa transportasi.
Sekretaris Desa Tanoniko’o, Kecamatan Gomo, Yunus Firman Hulu, menegaskan perlunya perhatian serius dan sinergi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga Pemerintah Pusat.
Ia mendesak agar anggaran yang memadai segera dialokasikan untuk perbaikan jalan ini.
Urgensi perbaikan ini kian mendesak mengingat wilayah Kecamatan Gomo diproyeksikan menjadi lokasi sasaran sejumlah program unggulan pemerintah pusat, di antaranya:
Pembangunan sarana Koperasi Desa Merah Putih.
Pembangunan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis di wilayah berstatus Tiga-T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Warga berharap, rencana besar pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan di pedalaman Nias Selatan ini dapat diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalan yang layak, agar distribusi logistik program tersebut nantinya berjalan tanpa hambatan.










