Wartainspirasi.com, Minsel l Memalukan tindakan Ketua LSM Badan Anti Korupsi Nasional Sulut (BAKORNAS) Noldy Poluakan yang memaksa pemilik kebun untuk menyerahkan Kopra hasil kebun kepada dirinya (Noldy Poluakan read) dengan alasan akan disita olehnya.
Tindakan oknum Ketua LSM Bakornas Sulut tersebut sontak menimbulkan amarah pada pekerja dan meminta Ketua Bakornas tersebut untuk tidak melakukan tindakan yang mereka tidak inginkan.
Tidak merasa puas dengan pengancaman untuk menyita Kopra milik keluarga Laoh Wotulung, oknum Ketua tersebut menelpon pengusaha pembeli kopra untuk tidak menyerahkan uang hasil jualan kopra tersebut kepada keluarga Laoh Wotulung sebagai pemilik kopra.
Ibu Selvie Wotulung sebagai pemilik kopra tersebut tetap menjual kopranya yang beratnya 800 kilogram lebih kepada pembeli yang ditelepon oleh oknum Ketua LSM tersebut.
“Saya tetap menjualnya kepada pembeli kopra tapi uangnya tetap saya yang ambil pak Noldy dan ibunya tetap ngotot untuk mau mengambil uang tersebut tapi saya tidak berikan karena itu hak kami dan milik kami keluarga” ucap ibu selvi kepada wartawan media ini, Kamis (18/5/22).
Ibu Selvie juga menambahkan bahwa setelah dirinya mengambil uang hasil penjualan kopra tersebut ternyata Ketua LSM Bakornas Sulut Noldy Poluakan dan Istrinya bersama ketiga orang lainnya membuntuti sampai di rumah Desa Pangasa Jaga IV Pakuweru Utara.
“Ternyata mereka telah membuntuti saya sampai di rumah, sekitar antara jam 6 sampai jam 7 malam, Selasa (17/5/2022) Noldy Poluakan bersama istrinya datang ke rumah kami memaksakan untuk menyerahkan uang hasil jualan kopra milik kami dan saya tetap bersikeras untuk tidak menyerahkan karena itu milik kami keluarga. ” jelas ibu Selvi
Dugaan percobaan “perampokan” uang hasil penjualan kopra milik keluarga Laoh Wotulung tersebut langsung dikonfirmasi wartawan media ini kepada Ketua LSM Bakornas Sulut Noldy Poluakan melalui pesan singkat WhatsAppnya yang bernomor 0812832205** Jumat (20/05/2022), awalnya beliau membantah bahwa itu tidak benar, selang beberapa menit kemudian Poluakan mengatakan bahwa ia tidak ingin menjelaskan secara detail hal tersebut. /Onal Mamoto.








