Minahasa Selatan — Perusahaan “Sakti” kata yang paling cocok buat CV. Gicel kenapa?, karena Perusahan ini hampir semua proyek Penunjukan langsung (PL) di Kabupaten Minahasa Selatan dibawah dari Rp. 200.000.000 disabetnya.
Tidak tanggung-tanggung Perusahan ini hampir semua pekerjaan diduga bermasalah contohnya, proyek yang dikerjakan ditengarai tidak sesuai RAB, tidak selesai dan lain sebagainya.
Sama halnya proyek yang dikerjakan di Desa Tenga Kecamatan Tenga Proyek Drainase pintu masuk Desa Tenga dengan Anggaran Rp. 94.894.000, dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022.
Dengan nomor kontrak 10/SP-BM/PPK.04/2022 tertanggal 08 Juli 2022 yang dikerjakan dengan memakai material dari galian yang ada dilokasi pekerjaan.
Pantauan wartawan media ini pada Senin, 30 Agustus 2022 sejumlah tukang sedang melakukan pekerjaan dengan menggunakan material batu dari hasil galian drainase di lokasi proyek.
Salah satu warga Desa Tenga yang tidak mau namanya disebut saat melintasi proyek kepada awak media ini mempertanyakan kegiatan tersebut.
Menurutnya apakah hal tersebut diperbolehkan karena setaunya harus material yang dibeli oleh kontraktornya sesuai standarisasi yang telah diatur.
“Kalau kontraktornya ambil material di lokasi proyek tanpa membeli atau mengadakan material sesuai ketentuan berarti kontraktor tersebut meraup keuntungan besar dan kualitas pekerjaan pasti tidak sesuai karena bukan batu yang sesuai mereka gunakan”.
Pihak Perusahan baik Kontraktor maupun Pelaksana saat dikonfirmasi di lokasi Proyek tidak ada di tempat dan Pengawas pekerjaan pun tidak ada, menurut tukang bahwa mereka mengerjakan proyek tersebut sesuai perintah bos. /Onal Mamoto







