Wartainspirasi.com – Proyek pembangunan jalan “Long Segment Jalan Kelindang – Renah Semanek (Lanjutan) yang didanai melalui APBD Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Anggaran 2025 kini menjadi sorotan tajam.
Meski menelan anggaran fantastis mencapai Rp 9.861.070.000,00, kualitas pekerjaan di lapangan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (13/03/2026), ditemukan sejumlah titik kerusakan pada infrastruktur penunjang jalan yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Rafflesia Teknik Sentosa.
Salah satu warga berinisial IA, yang kebetulan melintas di lokasi pada Jumat (13/03/2026), mengungkapkan rasa herannya melihat kondisi fisik bangunan yang sudah mulai hancur padahal proyek tersebut masih tergolong baru.
“Sangat disayangkan anggaran sebesar ini menghasilkan pekerjaan yang tidak sesuai anggaran yang dikucurkan,” ungkap IA kepada awak media dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa jika pengawasan dari dinas terkait dilakukan dengan ketat, seharusnya kualitas beton dan pemasangan bronjong tidak sekasar yang terlihat saat ini.
Pekerjaan drainase beton di sepanjang jalan tersebut terlihat mulai hancur dan terkelupas.
Material beton tampak keropos, mengindikasikan rendahnya rasio semen dalam campuran.
Selain itu, pemasangan bronjong penahan tebing tampak tidak stabil dan mulai mengalami penurunan, yang justru berisiko membahayakan pengguna jalan jika terjadi longsor.
Dengan nilai kontrak yang hampir menyentuh angka Rp. 10 miliar, kondisi kerusakan dini ini memperkuat dugaan adanya pengabaian standar teknis yang diatur dalam UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Masyarakat mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum segera melakukan audit investigatif terhadap proyek ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Bengkulu Tengah maupun CV. Rafflesia Teknik Sentosa belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan warga dan kondisi fisik di lapangan.







