Minahasa Selatan — Proyek miliaran rupiah yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Selatan diduga memakai material tidak sesuai dengan RAB alias tidak sesuai dengan standarisasi penggunaan material sehingga dapat mengakibatkan turunnya kualitas pekerjaan jalan.
Pekerjaan yang bervolume dua kilometer lebih dengan sumber dana APBD Provinsi yang dikerjakan oleh CV. Solafide dengan pagu anggaran RP. 14. 525.855.935 dikerjakan selama 150 hari kalender atau kurang lebih lima bulan diduga terindikasi Korupsi.
Hal tersebut disebabkan karena material yang digunakan tidak sesuai, seperti agregat yang dipakai dari batu ukuran 2-3 hanya dipakai agregat campuran Batu 5-7 dan Batu Pondasi sehingga Pemakaian material jenis LPB (Lapisan Pondasi Bawah) dan LPA (Lapisan Pondasi Atas) tidak sesuai dan berdampak pada tidak berkualitasnya proyek jalan tersebut.
Diketahui bahwa Proyek dengan nomor kontrak 05/SP/PPK-BM/RBET-DAK/2022 tertanggal 31 Mei 2022 kurang lebih 3 bukan volume pekerjaanya baru sekitar 35%.
Dilokasi Wartawan media ini mendapati para petugas sementara memilah material campuran (batu pondasi) diangkat dan dibuang ke tepi jalan yang ada dilokasi.
Awak media melihat langsung kegiatan tersebut jelas merugikan negara, karena kelihatan tidak sesuai dengan standarisasi material.
Bersamaan dengan itu Wartawan media ini juga coba konfirmasi langsung dengan pengawas yang ada dilokasi, tapi pengawas dengan gagah membawa perlengkapannya layaknya seorang pengawas profesional.
Tidak mau memberikan keterangan malahan kabur dari beberapa awak media, Selasa (23/8/2022. Saat ditanya terkait kualitas material yang bercampur.
Dugaan ketidakberesan material yang dipakai diketahui PPKom dan pengawas, informasi yang didapat dari sumber yang tidak mau namanya disebut mengatakan bahwa pemakaian material campuran tersebut ada konspirasi antara pengawas, PPKom dan Subkont dari proyek tersebut.
Di lokasi yang sama salah satu pekerja yang sedang memilah material saat di tanya mengatakan bahwa material tersebut dikerjakan oleh subcont, dan kami hanya diperintahkan mengawasi pembongkaran material yang sampai dilokasi.
“Saya hanya menghitung jumlah banyaknya material yang di turunkan atas perintah bos Vita yang memegang Subcont material,” ucapnya, sambil memilah-milah material batu pondasi dan dibuang ke tepi jalan. /Onal Mamoto







